KONTEKS.CO.ID - Belakangan ini, harga kelapa di pasar lokal makin bikin kening berkerut.
Bukan karena musim paceklik, tapi karena tren ekspor kelapa bulat yang makin menggila.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, buka suara soal kondisi ini.
Baca Juga: Turyapada Tower: Menara Hits di Pegunungan Bali yang Siap Jadi Ikon Wisata Dunia
Menurutnya, pengusaha kini lebih memilih mengekspor kelapa ke luar negeri karena harganya jauh lebih tinggi dibanding dijual di dalam negeri.
"Kelapa jadi langka di pasar lokal karena banyak pengusaha memilih ekspor. Harga di luar negeri memang lebih menjanjikan, jadi wajar kalau mereka beralih ke sana," ungkap Budi saat ditemui di Jakarta, Kamis lalu.
Eksportir Dapat Untung, Konsumen Lokal Menjerit
Dalam pertemuan yang diadakan oleh Kementerian Perdagangan bersama pelaku industri kelapa dan eksportir, terungkap bahwa nilai jual kelapa untuk pasar luar negeri jauh lebih menguntungkan.
Baca Juga: Cara Mengatasi WhatsApp Tak Dapat Mengirim Pesan Video
Alhasil, stok untuk kebutuhan dalam negeri ikut tersedot.
“Petani tentu ingin harga tinggi, begitu juga eksportir. Tapi di sisi lain, kebutuhan dalam negeri juga harus dijaga. Maka dari itu, kami coba cari solusi win-win agar semua pihak merasa diuntungkan,” lanjut Budi.
Harga di Pasar Melonjak Tajam
Tak tanggung-tanggung, harga kelapa bulat di sejumlah pasar Jakarta melonjak tajam.
Baca Juga: Proses Otopsi di Jepang Ketat, Jenazah Ricky Siahaan Baru Akan Tiba di Indonesia Hari Jumat
Di Pasar Induk Kramat Jati misalnya, harga rata-rata tembus Rp13.769 per kilogram, dan bahkan bisa menyentuh angka Rp21.000 untuk kualitas terbaik.
Sementara itu, di Pasar Senen Blok III-IV, harga rata-rata berada di kisaran Rp13.333 per kilogram, dengan harga tertinggi mencapai Rp15.000.
Artikel Terkait
Petani di Lampung Curhat ke Presiden Prabowo, Gabahnya Hanya Dibeli Rp5400
Giliran Petani di Tulungagung yang Teriak Gabahnya Dibeli di Bawah HET Pemerintah
Heboh, 3 Toples Cacing Gelang Ditemukan di Perut Anak 3 Tahun di Jember yang Ngeluh 6 Bulan
Jalan-Jalan ke Rembang, Mampir ke Museum RA Kartini
Hari Angkutan Umum, Warga Gratis Naik Bus Transjakarta hingga MRT