• Sabtu, 18 April 2026

Miskinkan Koruptor, Presiden Prabowo: Kita Harus Adil

Photo Author
Eko Priliawito, Konteks.co.id
- Selasa, 8 April 2025 | 19:30 WIB
Presiden Prabowo berbincang bahas isu terkini dengan 6 Pemred media di Hambalang (Dok: Istimewa)
Presiden Prabowo berbincang bahas isu terkini dengan 6 Pemred media di Hambalang (Dok: Istimewa)


KONTEKS.CO.ID
- Presiden Prabowo Subianto kembali menyampaikan masalah korupsi di Indonesia. Selain itu, ditegaskan bahwa sudah sepantasnya kalau negara menyita aset yang dimiliki para koruptor, meski harus tetap adil.

"Saya berpendapat begini, kembalikan yang kau curi! Kerugian negara yang dia timbulkan harus dikembalikan, makanya aset-aset yang dimilikinya pantas negara itu menyita,” kata Prabowo saat wawancara eksklusif dengan beberapa jurnalis media di Hambalang, Bogor.

Meski harus menyita aset yang dimiliki para koruptor, tentu saja negara harus tetap adil pada keluarganya. Utamanya anak dan istrinya.

Baca Juga: Bocoran Strategi dan Tawaran Negosiasi Presiden Prabowo Hadapi Tarif Trump

“Namun kita harus adil terhadap anak dan istrinya, umpamanya kalau sudah ada aset yang sudah dimilikinya sebelum dia menjabat apakah adil kita menyitanya? Bagaimana nanti dengan anaknya, mungkinkah dosa orang tua diturunkan ke anaknya? Nanti para ahli hukum yang akan membahasnya," katanya.

Lebih lanjut Prabowo mengaku dirinya sangat geram dengan para koruptor. Aksi korupsi adalah perampokan yang dilakukan seolah legal.

"Jangankan rakyat saya juga geram, saya menyadari sumber daya kita sangat besar, ini terjadi harus dikatakan ini adalah perampokan yang dilakukan seolah-olah legal yang kalau dicek tidak ada pelanggaran," kata Prabowo.

Baca Juga: TNI AL Ungkap Motif Pembunuhan Jurnalis Juwita, Kelasi Satu Jumran Tolak Menikahi Korban

Di balik semua ini, Prabowo menegaskan memang harus ada sikap yang membuat efek jera. Karena hal ini, lanjutnya ia sudah menekankan kepada aparat penegak hukum jika ada vonis yang ringan, melukai keadilan, pemerintah akan naik banding dan terbukti beberapa kasus efektif.

"Karena para koruptor ini menganggap dengan uang, okelah saya ditangkap, ke pengadilan, masuk penjara, paling saya ditahan enam tahun, nanti saya jalankan tiga tahun saya keluar dan mungkin saya bisa sogok pejabat ini, pejabat itu dan mungkin bisa tiap lima hari saya keluar," kata Prabowo.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Eko Priliawito

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X