• Sabtu, 18 April 2026

Kena Reshuffle, Satryo Soemantri Nekat Sebut Presiden Prabowo Alergi Demo

Photo Author
Eko Priliawito, Konteks.co.id
- Senin, 10 Maret 2025 | 09:45 WIB
Kekayaan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro membuat banyak orang iri. (Tangkapan Layar X @Opposisi6890)
Kekayaan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro membuat banyak orang iri. (Tangkapan Layar X @Opposisi6890)

 


KONTEKS.CO.ID
- Mantan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro, blak-blakan tentang proses reshuffle di Kabinet Merah Putih pada Rabu, 19 Februari 2025.

Satryo Soemantri angkat bicara soal alasan Presiden Prabowo Subianto memberhentikan dirinya dari posisi menteri.

Dalam sebuah wawancara di medcom.id, Satryo mengungkapkan salah satu alasan dirinya dicopot ialah karena adanya rentetan demonstrasi.

Baca Juga: Dibangun saat Bogor Dipimpin Ade Yasin yang Kini Jadi Tersangka Korupsi dan Diresmikan Sandiaga Uno, Eiger Adventure Land Disegel

Mulai aksi unjuk rasa di kantor Kemendikti Saintek dan aksi mahasiswa terkait kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Semua ia menceritakan, malam jelang reshuffle kabinet dirinya ditemui Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Jaya di kediamannya di Widya Chandra. Dia Diinformasikan mengenai reshuffle.

"Hari Selasa malam, tanggal 18 Februari yang lalu, jam 10 malam, Mayor Teddy (Indra Wijaya) ke kediaman saya di Widya Chandra," ujar Satryo.

Baca Juga: Dilarang Pemerintah, Pramono Anung Batalkan Program Sarapan Pagi Gratis di Jakarta

Mayor Teddy dalam pertemuan itu menyampaikan kalau Satryo telah melakukan kesalahan fatal. Telah terjadi dua aksi demonstrasi besar saat selama masa jabatannya.

"Kemudian beliau di sana, intinya mengaanggap saya punya kesalahan yang fatal. Terjadinya demo di kantor tanggal 20 Januari 2025 dan terjadinya demo tentang UKT oleh mahasiswa BEM tanggal 17 dan 18 Februari 2025," ujarnya.

Berdasarkan cerita Satryo, Mayor Teddy mengatakan kalau Presiden Prabowo tidak menyukai demonstrasi dan menganggapnya sebagai kegaduhan. Itu akan mengganggu stabilitas pemerintahan.

Baca Juga: Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Sukabumi, 5 Korban Meninggal dan 4 Orang Masih Hilang

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Eko Priliawito

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X