• Sabtu, 18 April 2026

Rupiah Hari Ini Terperosok ke Rp16.615 per Dolar AS, Dolar Rebound Bikin Pasar Semakin Gelisah

Photo Author
Firman Ramadhan, Konteks.co.id
- Jumat, 3 Oktober 2025 | 16:12 WIB
Fluktuasi tinggi, Rupiah tertekan lagi ke Rp16.615 per Dolar AS. (Dokumentasi Bank Indonesia)
Fluktuasi tinggi, Rupiah tertekan lagi ke Rp16.615 per Dolar AS. (Dokumentasi Bank Indonesia)

KONTEKS.CO.ID - Nilai tukar Rupiah kembali menghadapi tekanan di awal perdagangan hari ini, Jumat, 3 Oktober 2025.

Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah dibuka melemah ke posisi Rp16.615 per dolar AS, setelah sehari sebelumnya sempat ditutup di level Rp16.598 per dolar AS.

Sehari sebelumnya, Kamis, 2 Oktober 2025, Rupiah sebenarnya sempat menguat tipis sebesar 0,22 persen atau 37 poin.

Baca Juga: TikTok Ditangguhkan karena Gagal Serahkan Data Fitur Live ke Pemerintah

Namun, tren penguatan itu tidak bertahan lama karena dolar AS berbalik menguat menjelang akhir pekan.

Tekanan dari Dolar AS

Menurut Analis Pasar Uang, Lukman Leong, pelemahan Rupiah pada Jumat ini disebabkan rebound dolar AS.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS hari ini karena Dolar AS yang berbalik menguat (rebound). Penguatan dolar dipicu pernyataan hawkish (ketat) pejabat The Fed,” jelas Lukman dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 3 Oktober 2025.

Baca Juga: Pemerintah Indonesia Bekukan TikTok, Pengguna Masih Bisa Akses

Ia menambahkan, pernyataan dua pejabat The Fed, Logan dan Goolsbee, yang meminta kehati-hatian dalam memangkas suku bunga, memberi sinyal bahwa kebijakan moneter ketat masih akan bertahan lebih lama.

Kondisi ini menambah tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Dengan perkembangan tersebut, Lukman memperkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.550 – Rp16.650 per dolar AS sepanjang hari ini.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Stabil, Simak Detail Pecahan dan Ketentuan Buyback

Angka ini mencerminkan masih tingginya volatilitas pasar, di mana potensi pelemahan lebih besar dibandingkan ruang penguatan.

Sementara itu, indeks dolar AS pada Jumat ini tercatat di level 97,84, naik dari posisi Kamis, 2 Oktober 2025 di angka 97,55.

Kenaikan indeks dolar menjadi salah satu faktor utama yang membuat Rupiah sulit bertahan.

Sentimen Investor Global

Baca Juga: Tim Penyelamat Tinggal Berjarak 130 Meter dengan Titik Terakhir Lima Pekerja Tambang Grasberg Freeport

Selain faktor eksternal, kondisi pasar global juga memberi warna pada pergerakan Rupiah.

Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menjelaskan bahwa selera risiko (risk appetite) investor mulai membaik.

“Risk appetite mulai meningkat yang terlihat dari penurunan CDS lima tahun kembali di bawah 80. Penurunan CDS di level ini pertama kalinya selama hampir dua pekan terakhir,” ungkap Rully.

Sebagai catatan, Credit Default Swap (CDS) merupakan instrumen derivatif yang dipakai investor untuk mengantisipasi risiko gagal bayar.

Baca Juga: Gempa M5,4 Guncang Waropen Papua, Getaran Terasa hingga Nabire dan Dogiyai

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rat Nugra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X