Krisis ini turut dipicu eskalasi konflik global. Pada akhir Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.
Baca Juga: Prabowo Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Terus Palestina
Teheran membalas dengan menyerang sejumlah sekutu Washington di kawasan Teluk. Dalam beberapa pekan terakhir, infrastruktur sipil hingga fasilitas minyak dan gas ikut menjadi target serangan.
Iran juga membatasi jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang biasanya dilewati lebih dari 20 juta barel minyak dan gas per hari, kecuali untuk kapal tertentu.
Kondisi ini memperburuk kekhawatiran pasar energi dunia.
Baca Juga: Kapolri Pantau Bali hingga Malioboro, Soroti Lonjakan Wisatawan
Pemerintah Filipina berharap deklarasi darurat energi ini mampu memperkuat ketahanan nasional di tengah ketidakpastian global yang terus meningkat.***
Artikel Terkait
Kapal Feri Tenggelam di Filipina Selatan, 18 Orang Meninggal dan Puluhan Masih Hilang
Pemerintah Filipina Khawatirkan Tren Anak Hamil yang Terus Naik: Kini Usia 9 Tahun Sudah Melahirkan
Perang Teluk Picu Lonjakan Harga Minyak, Filipina Terapkan Kerja Empat Hari
Ditahan Imbang Klub Filipina, Dewa United Gagal ke Semifinal AFC Challenge League