Garda Revolusi Iran tidak memberikan keterangan resmi mengenai insiden itu. Mereka hanya membantah laporan yang menyebutkan bahwa seorang komandan angkatan laut Garda Revolusi terluka akibat ledakan tersebut.
Baca Juga: AS-Iran di Ujung Eskalasi, Komisi I DPR Dorong Diplomasi Aktif dan Evakuasi WNI Jadi Prioritas
Ledakan Gas Tewaskan Lima Orang
Pada hari yang sama, media pemerintah Iran juga melaporkan ledakan lain yang diduga disebabkan kebocoran gas di Kota Ahvaz, wilayah barat daya Iran. Insiden terpisah tersebut menewaskan lima orang.
Peristiwa di dalam negeri Iran ini terjadi di tengah ketegangan internasional yang terus meningkat.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengancam kemungkinan serangan militer terhadap Iran, menyusul laporan pembunuhan demonstran damai serta potensi eksekusi massal terhadap mereka yang ditahan dalam penindakan besar-besaran terhadap aksi protes.
Trump pada Sabtu menyatakan bahwa Iran tengah melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat, meski pada saat yang sama pejabat militer tertinggi Iran memperingatkan Washington agar tidak melancarkan serangan.
Baca Juga: Iran Tutup Sementara Wilayah Udara, Serangan AS Hanya Tinggal Menunggu Waktu?
“(Iran) sedang berbicara dengan kita, dan kita akan lihat apakah kita dapat melakukan sesuatu, jika tidak kita akan lihat apa yang terjadi. Kita memiliki armada besar yang menuju ke sana,” kata Trump kepada Fox News.
“Mereka sedang bernegosiasi,” kata Trump.
Trump juga mengatakan sekutu-sekutu Amerika Serikat di kawasan tersebut tidak diberi tahu terkait rencana serangan potensial demi alasan keamanan.
“Yah, kami tidak bisa memberi tahu mereka rencananya. Jika saya memberi tahu mereka rencananya, itu hampir sama buruknya dengan memberi tahu Anda rencananya, bahkan bisa lebih buruk,” ujarnya.
Baca Juga: Saluran Televisi Israel 14: AS dan Tel Aviv Sepakat Lakukan Serangan Cepat dan Kuat ke Iran
Di sisi lain, upaya diplomatik terus dilakukan. Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, yang juga menjabat sebagai menteri luar negeri, menggelar pertemuan dengan pejabat keamanan tertinggi Iran, Ali Larijani, di Teheran pada Sabtu.
Menurut pernyataan kementerian luar negeri Qatar, pembicaraan tersebut dilakukan untuk mencoba meredakan ketegangan di kawasan itu.
Sementara itu, Washington dilaporkan telah mengerahkan kelompok serang angkatan laut yang dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln ke perairan lepas pantai Iran, memperkuat sinyal kesiapan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.***
Artikel Terkait
Iran Peringatkan Keras Trump: AS Berani Sentuh Ali Khamenei, Kami Akan Bakar Mereka!
Saluran Televisi Israel 14: AS dan Tel Aviv Sepakat Lakukan Serangan Cepat dan Kuat ke Iran
Tegas! Arab Saudi Larang Keras Wilayah Udaranya Digunakan untuk Menyerang Iran
AS-Iran di Ujung Eskalasi, Komisi I DPR Dorong Diplomasi Aktif dan Evakuasi WNI Jadi Prioritas
Araghchi Tegaskan Iran Punya Kekuatan Pertahanan Diri yang Kuat untuk Semua Skenario Perang