• Sabtu, 18 April 2026

Tegas! Arab Saudi Larang Keras Wilayah Udaranya Digunakan untuk Menyerang Iran

Photo Author
Rizki Adiputra, Konteks.co.id
- Kamis, 29 Januari 2026 | 15:58 WIB
Putra Mahkota Mohammed bin Salman  (MBS) larang keras wilayah udara Arab Saudi digunakan untuk menyerang Iran (Foto: Anadolu Ajansi)
Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) larang keras wilayah udara Arab Saudi digunakan untuk menyerang Iran (Foto: Anadolu Ajansi)

KONTEKS.CO.ID - Arab Saudi menegaskan sikap tegasnya terkait ketegangan yang melibatkan Iran.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) menyatakan bahwa Kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udara maupun wilayah teritorialnya digunakan untuk aksi militer apapun terhadap Iran, dalam kondisi dan tujuan apapun.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam percakapan telepon antara MBS yang juga menjabat sebagai Perdana Menteri Arab Saudi dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Informasi itu disampaikan oleh Kantor Berita Saudi (SPA) pada Selasa malam lalu.

Baca Juga: Iran Peringatkan Keras Trump: AS Berani Sentuh Ali Khamenei, Kami Akan Bakar Mereka!

Dalam pembicaraan tersebut, MBS menekankan sikap resmi Riyadh terhadap Teheran. Ia menegaskan posisi Kerajaan dalam menghormati kedaulatan Republik Islam Iran.

"Arab Saudi tidak akan mengizinkan penggunaan wilayah udaranya atau wilayah teritorialnya dalam aksi militer apapun terhadap Republik Islam Iran atau serangan apapun oleh pihak manapun, terlepas dari tujuannya," tegas MBS, mengutip Anadolu Ajansi, Kamis, 29 Januari 2026.

Selain itu, MBS juga menyatakan dukungan Arab Saudi terhadap pendekatan damai untuk meredakan ketegangan di kawasan.

Ia menegaskan kembali dukungan Arab Saudi untuk upaya apapun yang bertujuan untuk menyelesaikan perselisihan melalui dialog dengan cara yang meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut.

Iran Apresiasi Sikap Negara-Negara Islam

Dalam percakapan yang sama, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menyampaikan apresiasi kepada negara-negara Islam yang dinilai memberikan dukungan kepada Iran, terutama di tengah meningkatnya kekhawatiran akan kemungkinan serangan militer Amerika Serikat terhadap Teheran. Hal ini disampaikan dalam pernyataan resmi dari kepresidenan Iran.

“Kebijakan berprinsip pemerintah Republik Islam Iran didasarkan pada pelestarian persatuan dan kohesi etnis dan sekte serta penguatan solidaritas nasional,” katanya.

Baca Juga: Saluran Televisi Israel 14: AS dan Tel Aviv Sepakat Lakukan Serangan Cepat dan Kuat ke Iran

Pezeshkian juga menekankan pentingnya persatuan dan kerja sama antarnegara muslim untuk menjaga stabilitas kawasan.

“Saya sepenuh hati percaya bahwa umat Islam dan negara-negara Islam adalah saudara, dan saya sangat yakin bahwa bersama-sama dan melalui kerja sama bersama kita dapat membangun kawasan yang aman, maju, dan berkembang bagi rakyat kita,” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rizki Adiputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Paus Leo XIV Merespons Serangan Terbaru Trump

Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB
X