• Sabtu, 18 April 2026

Tarif Impor 39 Persen Presiden Trump Bikin Ekspor Emas Batangan ke AS Terhenti

Photo Author
Lopi Kasim, Konteks.co.id
- Minggu, 10 Agustus 2025 | 21:17 WIB
Presiden AS, Donald Trump terapkan tarif impor 39 persen, ekspor emas batangan ke AS terhenti (Foto: Pixabay)
Presiden AS, Donald Trump terapkan tarif impor 39 persen, ekspor emas batangan ke AS terhenti (Foto: Pixabay)

Namun demikian, Gedung Putih disebut sedang menyiapkan perintah eksekutif untuk memperjelas aturan tersebut.

Spekulasi pun berkembang ihwal tarif tinggi ini bisa saja terjadi akibat kesalahan administrasi.

Menurut penilaian analis independen, Ross Norman, Swiss selama ini dikenal sebagai pusat penyulingan dan transit emas dunia, sementara Inggris menjadi lokasi perdagangan emas bebas terbesar.

Baca Juga: Ini Arahan Presiden Prabowo ke Jenderal Tandyo Budi Revita Usai Dilantik Jadi Wakil Panglima TNI

Afrika Selatan dan Kanada juga termasuk negara penambang emas utama yang terdampak.

"Kemungkinan besar, mengenakan tarif 39 persen pada kilobar Swiss sama saja dengan menuangkan pasir ke dalam mesin yang sudah bekerja baik," ujar Ross.

"Saya katakan kemungkinan, karena tetap ada peluang bahwa ini hanya kesalahan,” imbuhnya dalam artikel yang sama.

Selain itu, seorang manajer senior di kilang emas besar di Swiss mengaku perusahaannya langsung menghentikan pengiriman ke AS usai putusan CBP keluar.

Bahkan, seorang spesialis logistik emas, pelaku industri di luar Swiss juga mengambil langkah serupa.

Baca Juga: Ini Arahan Presiden Prabowo ke Jenderal Tandyo Budi Revita Usai Dilantik Jadi Wakil Panglima TNI

Kekinian, rencana perintah eksekutif dari Gedung Putih diharapkan memberi kejelasan soal kebijakan ini.

Analis StoneX, Rhona O’Connell menyebut dalam pasar emas berjangka AS masih aman karena tingginya stok emas di gudang Comex.

Stok ini meningkat sejak lonjakan pengiriman pada Desember–Maret lalu, yang dipicu kekhawatiran soal tarif impor.

"Persediaan COMEX saat ini mencapai 86 persen dari open interest, dibandingkan 40–45 persen yang biasanya. Jadi, tidak ada masalah likuiditas untuk sekarang," kata Rhona dalam laporan Reuters yang sama.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lopi Kasim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Paus Leo XIV Merespons Serangan Terbaru Trump

Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB
X