KONTEKS.CO.ID - Pameran Investasi dan Perdagangan Tiongkok Lanzhou ke-31 resmi dibuka pada Minggu di Lanzhou, ibu kota Provinsi Gansu di China barat laut.
Acara ini menarik lebih dari 2.000 perusahaan domestik dan internasional.
Tahun ini, Indonesia menjadi 'negara kehormatan tamu' dalam pameran tersebut.
Jumlah partisipan melampaui edisi-edisi sebelumnya, dengan keterlibatan perwakilan dari lebih dari 20 negara, termasuk Jerman, Spanyol, Rusia, Malaysia, dan Iran.
Selain itu, hadir pula delegasi dari 18 kota, provinsi, dan daerah otonom di China, serta dari Daerah Administratif Khusus Hong Kong.
Pameran ini dibagi menjadi empat zona utama, mencakup kerja sama internasional Jalur Sutra, pertukaran regional, barang konsumsi, dan industri unggulan Gansu.
Semua menampilkan produk-produk dari berbagai bidang seperti manufaktur peralatan, petrokimia, biomedis, material baru, energi baru, dirgantara, pertanian, serta teknologi informasi dan data.
Lebih dari 30 forum dan kegiatan perdagangan telah dijadwalkan dalam rangkaian acara pameran.
Duta Besar Indonesia untuk China, Djauhari Oratmangun, menyampaikan 16 perusahaan Indonesia yang hadir menampilkan produk kopi, makanan, kerajinan tangan, dan batik tradisional.
Ia berharap kerja sama Indonesia dan China dapat diperkuat di bidang energi terbarukan, pertanian modern, dan pariwisata budaya.
Sebagai ajang ekonomi internasional unggulan Provinsi Gansu sejak 1993.
Baca Juga: Heboh Lukisan 'Tikus dalam Garuda' di Banjarmasin, Diturunkan dari Ruang Pameran Demi Keamanan
Artikel Terkait
Gempar! Pameran Lukisan Yos Suprapto Batal Digelar di Galeri Nasional: Pembredelan Pertama di Era Prabowo
Galeri Nasional Minta Maaf, Yos Suprapto Tolak Gelar Pameran karena Harus Turunkan Lima Lukisan
Rayakan Imlek, Pameran Film Tiongkok 2025 Hadirkan G for Gap, Into the Mortal World, hingga Life of Luosang
Serba-serbi Indonesia International Motor Show 2025, dari Harga Tiket hingga Merek Peserta Pameran
Sukses Besar, Pameran Otomotif IIMS 2025 Catat Kenaikan Jumlah Pengunjung dan