KONTEKS.CO.ID - Dalam dua minggu terakhir, Jepang kembali menunjukkan betapa aktifnya aktivitas geologi di negeri itu.
Di sebuah pulau kecil bernama Akuseki, bagian dari gugusan Tokara di selatan Kyushu, mengalami lebih dari seribu gempa bumi tercatat sejak 21 Juni 2025.
Angka tepatnya? 1.031 kali—dengan gempa terbaru bermagnitudo 5,5 yang terjadi pada Kamis, 3 Juli 2025.
Baca Juga: GTA 6 Bukan Game Biasa, Ini Perkiraan Spesifikasi PC yang Dibutuhkan
Wilayah terpencil itu hanya dihuni oleh sekitar 89 penduduk, dan mereka kini menghadapi kenyataan pahit: evakuasi darurat.
Pemerintah mendesak seluruh warga untuk mengungsi ke titik aman, salah satunya taman bermain sekolah yang diubah menjadi lokasi evakuasi sementara.
Gempa Tanpa Tsunami, tapi Risiko Tak Kalah Serius
Meski tak memicu tsunami, gempa-gempa ini tetap membawa ancaman serius.
Baca Juga: Ali Berawi Resmi Diberhentikan Prabowo dari Jabatan Deputi Otorita IKN
Otoritas memperingatkan potensi keruntuhan bangunan dan longsor, terutama karena gempa terjadi terus menerus dalam intensitas tinggi.
Ini bukan pertama kalinya Tokara mengalami “serangan beruntun” gempa bumi.
Pada September 2023, wilayah ini juga sempat mencatat lebih dari 300 lindu dalam waktu singkat.
Baca Juga: 35 Korban KMP Tunu Pratama Jaya yang Tenggelam di Selat Bali, 6 Meninggal, Ini Data Lengkapnya
Fenomena seperti ini tak lepas dari posisi geografis Jepang.
Berdiri di pertemuan empat lempeng tektonik raksasa, Jepang seolah berada di panggung utama aktivitas gempa dunia.
Artikel Terkait
Dituding Hina Nabi Muhammad, Kartunis Turki Ditangkap! Apa Isi Karikaturnya?
Marius Borg Hoiby, Anak Tiri Putra Mahkota Norwegia Didakwa Rudapaksa, Korban Capai Dua Digit
Israel Bom Rumah Direktur Rumah Sakit Indonesia: Dr Marwan Sultan, Istri, dan 5 Anaknya Tewas
Usai Klaim 60 Hari Gencatan Senjata di Gaza, Benjamin Netanyahu Kini Bersumpah Tuk Lenyapkan Hamas
Pemerintah Brasil dan Keluarga Juliana Marins Minta Otopsi Ulang, Berpotensi Dibawa Ke Komisi IACHR