Keterlibatan perusahaan-perusahaan ini juga menimbulkan kecurigaan, mengingat komersialisasi operasi kemanusiaan bisa berdampak pada netralitas dan efektivitas distribusi bantuan.
Sejak Israel mencabut blokade pada 19 Mei, distribusi bantuan di Gaza justru menyebabkan lebih dari 400 warga Palestina tewas, sebagian besar saat mencoba mengakses bantuan dari PBB dan GHF.
Pejabat PBB, Jonathan Whittall, menyatakan bahwa korban meninggal akibat ditembak atau terkena serangan militer di lokasi distribusi, yang berada dekat zona konflik.
GHF sendiri membantah terjadinya korban jiwa di lokasi mereka.
Mereka mengklaim telah menyalurkan 40 juta porsi makanan dan menyatakan tidak ada satu pun truk mereka yang dijarah.
"Tidak ada satu pun truk kami yang dijarah. Daripada menyalahkan satu sama lain, kami mengundang PBB dan kelompok lain untuk bekerja bersama kami demi menyalurkan bantuan secara efektif. Kami terbuka untuk kolaborasi." kata juru bicara GHF.
Baca Juga: Arab Saudi Umumkan Kuota Haji 2026 pada 10 Juli 2025, Benarkah Jatah RI Dipangkas 50 Persen?
Mereka bahkan sempat menghentikan distribusi sehari untuk menekan Israel menjamin keselamatan warga sipil, namun membantah bahwa kejadian tersebut menimbulkan korban jiwa di titik distribusi mereka.
Misteri Keputusan AS
Hingga saat ini kedutaan Israel tidak memberikan tanggapan, sementara GHF menolak memberikan komentar tambahan.
Selain itu, Departemen Luar Negeri AS juga belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Langkah pendanaan ini menimbulkan tanda tanya besar, ada apa di balik keputusan pemerintah AS?
Apakah ini strategi geopolitik baru di bawah pemerintahan Trump atau bagian dari agenda tersembunyi yang belum sepenuhnya terungkap?***
Artikel Terkait
Bawa Bantuan untuk Gaza, Pasukan Israel Bajak Kapal Madleen, Culik Aktivis Kemanusiaan
Drone X-Intra, Senjata Baru Israel untuk Membunuh Rakyat Gaza Palestina
Tiba-Tiba Presiden AS Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Iran dan Israel
Iran Bantah Klaim Donald Trump: Tak Ada Gencatan Senjata dengan Israel!
Ledakan Mengguncang Iran Usai Presiden AS Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata dengan Israel