• Sabtu, 18 April 2026

4 Momen Dramatis Penyelamatan Korban Selamat Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: Ada yang Tetap Salat meski Terhimpit Reruntuhan

Photo Author
Firman Ramadhan, Konteks.co.id
- Sabtu, 4 Oktober 2025 | 16:36 WIB
Mengintip sederet momen dramatis penyelamatan korban insiden runtuhnya bangunan 3 lantai di Ponpes Al-Khoziny, Sidoarjo. (X.com/@basarnas114yyk)
Mengintip sederet momen dramatis penyelamatan korban insiden runtuhnya bangunan 3 lantai di Ponpes Al-Khoziny, Sidoarjo. (X.com/@basarnas114yyk)

Baca Juga: Basuki Hadimuljono ke Istana Bawa Kabar Baik! IKN Dapat Dukungan Penuh untuk Jadi Ibu Kota Politik 2028

3. Haikal, Tetap Salat Meski Terhimpit Reruntuhan

Cerita mengharukan juga datang dari Syahlendra Haical (13) atau Haikal, santri asal Probolinggo yang terjebak selama dua hari di bawah puing bangunan.

Saat ditemukan, Haikal masih bisa berbicara, meski tubuhnya terhimpit di bagian pinggang.

“Semuanya sakit,” katanya lirih saat petugas mencoba menariknya keluar.

Baca Juga: Warga Jawa Barat Wajib Tahu, Gubernur Dedi Mulyadi Terbitkan Edaran Donasi Rp1.000 per Hari

Setelah berhasil dievakuasi pada Rabu, 1 Oktober 2025, Haikal menceritakan bahwa dirinya tetap menunaikan salat dalam posisi berbaring di tengah reruntuhan.

Ia bahkan sempat mengajak temannya untuk salat bersama, namun temannya meninggal dunia saat salat Subuh.

“Waktu Isya dia masih sahut, tapi pas Subuh sudah diam. Saya tahu dia sudah nggak ada,” ujar Haikal dengan mata berkaca-kaca.

Kisah keteguhan imannya membuat banyak relawan menitikkan air mata saat proses evakuasi berlangsung.

Baca Juga: aespa Umumkan Konser di Jakarta 2026, Ini Jadwal dan Harga Tiket Lengkapnya

4. Al Fatih, Baru Sadar Musala Ambruk Setelah Dievakuasi

Korban selamat lainnya, Al Fatih Cakra Buana (14), sempat mengira dirinya hanya tertidur lama sebelum akhirnya disadarkan bahwa bangunan musala tempatnya berada telah ambruk.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, sempat menyebut kisah Fatih sebagai keajaiban kecil.

“Ternyata selama tiga hari dia seperti tertidur. Baru sadar ketika dievakuasi bahwa bangunan di sekitarnya ambruk,” ungkap Khofifah di Sidoarjo.

Baca Juga: 300 BTS 4G LTE dan Hyper 5G Amankan Konektivitas di MotoGP Mandalika 2025

Fatih mengaku selama terjebak ia bermimpi minum air dengan selang dan berjalan di tempat gelap.

“Rasanya nyata banget, seperti nggak terjadi apa-apa. Pas sadar, saya baru tahu semuanya roboh,” katanya.

Keberuntungan Fatih datang karena tubuhnya tertutup pasir dan kepalanya terlindungi seng, membuatnya selamat tanpa luka berat.

Kini, seluruh korban yang selamat tengah menjalani pemulihan di rumah sakit dengan pendampingan psikolog.

Baca Juga: Spesifikasi Polytron G3, Mobil Listrik SUV Murah Ramah Lingkungan yang Siap Jadi Penantang Wuling dan BYD

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama BNPB dan Kementerian PUPR tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur bangunan pesantren lain di wilayah tersebut.

Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dan pengawasan konstruksi bangunan pendidikan, terutama di kawasan padat santri.

Di balik kesedihan, kisah para korban selamat menjadi simbol keteguhan iman, harapan, dan keajaiban yang nyata.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Iqbal Marsya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X