"Seperti lagu Bengawan Solo, akhirnya ke laut," ujarnya.
Bila menggambarkan bahwa tanpa "gandengan" politik yang kuat, Gibran tidak akan dihitung dalam konstelasi politik nasional.
Analisis ini menyimpulkan bahwa Gibran belum memiliki kekuatan personal dan struktural yang cukup untuk bersaing secara mandiri di level tertinggi, membuat masa depannya sangat bergantung pada keputusan Prabowo dan dinamika koalisi mendatang.***
Artikel Terkait
Selamat Ginting Ungkap Ironi Istana: Jenderal 'Penghukum' Prabowo di Kasus 98 Kini Jadi Menko Polkam
Selamat Ginting Ungkap Penempatan Kader Gerindra di Posisi 'Jantung' Pemerintahan adalah Strategi Prabowo
Bantah Isu Prabowo-Gibran Retak, Mulahati Simarmata: Wapres Jalankan Perintah, Bukan Menghindar
PN Jakpus Perintahkan Mediasi dalam Gugatan Kasus Ijazah SMA Gibran
Soal Ijazah, Erros Djarot Sarankan Gibran Mundur Daripada Nanti Ditelanjangi