• Sabtu, 18 April 2026

Gibran Dinilai Jadi Beban Politik, Selamat Ginting Prediksi Nasibnya'Mengalir ke Laut'

Photo Author
Alexander Sigit Atmaja, Konteks.co.id
- Selasa, 23 September 2025 | 07:09 WIB
Selamat Ginting (Tangkapan Layar Akun Youtube Forum Keadilan TV)
Selamat Ginting (Tangkapan Layar Akun Youtube Forum Keadilan TV)

KONTEKS.CO.ID - Sebagai Wakil Presiden petahana dan putra mantan Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka secara teori memiliki modal politik yang signifikan untuk kontestasi 2029.

Namun, analis politik Selamat Ginting justru memiliki pandangan yang sangat pesimistis dan menyebut Gibran saat ini menjadi "beban politik besar" bagi Presiden Prabowo Subianto.

Menurut analisis Ginting, penilaian ini didasarkan pada beberapa faktor krusial.

Baca Juga: Berantas Rokok Ilegal, Menkeu Purbaya Razia Besar-besaran Marketplace hingga Warung Kecil

Pertama, ia menyoroti kinerja Gibran sebagai wakil presiden yang dinilai sangat lemah dan tidak mampu menjadi back-up yang solid bagi Presiden.

Akibatnya, Prabowo terkesan harus bekerja sendirian dalam menangani urusan dalam dan luar negeri yang kompleks.

"Dia seperti dibiarkan aktif sendirian, tidak di-backup oleh wapresnya yang sangat lemah," ujar Ginting dalam video yang diunggah di kanal Youtube Forum Keadilan TV pada Senin, 22 September 2025.

Baca Juga: Aksi Gen Z Hentak Dunia: Demo Melawan Korupsi via Medsos Bikin Nepal, Filipina, Peru hingga Prancis Terguncang

Kedua, Gibran masih terus dibayangi oleh kontroversi legal-etis yang belum terselesaikan, seperti Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90 dan keraguan publik terhadap keabsahan ijazah SMA-nya.

Ketiga, Ginting juga menyoroti minimnya rekam jejak Gibran di level nasional, di mana pengalamannya sebagai Walikota Solo dianggap belum cukup mumpuni untuk skala negara.

"Walikota Solo itu kan hanya selebih luas Jakarta Timur pula kan," sindirnya.

Baca Juga: Erros Djarot: Bukan Diminta Tontonkan Kemaluan, Apa Susahnya Jokowi Tunjukkan Ijazah

Kombinasi dari kinerja yang lemah dan beban kontroversi ini membuat Ginting sangat yakin bahwa Presiden Prabowo akan bersikap realistis dan tidak akan menggandengnya lagi untuk periode kedua.

Dengan prediksi memudarnya "Jokowi efek" pada 2029, Ginting bahkan meramalkan nasib politik Gibran akan berakhir tragis jika ditinggalkan oleh Prabowo.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Eko Priliawito

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X