Akun itu mengunggah video, laki-laki yang diduga 'intel' mirip dengan 'perwakilan' ojol yang datang menemui Gibran.
Cuitan itu menyoroti kesan bahwa pertemuan ini tidak mencerminkan realita di lapangan.
Apalagi mengingat kondisi para driver ojol yang kerap kali harus berjuang secara ekonomi.
Padahal, menurut keterangan resmi, Gibran mengundang delapan perwakilan dari Gojek, Grab, Maxim, dan Indrive untuk menyerap aspirasi.
Dialog diklaim berlangsung lebih dari satu jam dengan suasana santai, diselingi penyampaian catatan tertulis dari para pengemudi.
Baca Juga: Janji Sri Mulyani: Tak Ada Pajak Baru di 2026, Fokus UMKM dan Pendidikan
Dari Aspirasi Rakyat ke Panggung Viral
Sayangnya, narasi di ruang publik justru berubah. Ketimbang disambut sebagai bentuk kedekatan pemimpin dan rakyat, pertemuan ini malah jadi bahan olok-olok.
Sebagian besar komentar menilai visual yang ditampilkan terlalu disusun rapi, kehilangan unsur otentik.
"Netizen kalo nyambi jadi detektif, emang gak ada lawan…!” tulis komentar lain yang ikut mengamati detail sepatu, jaket, hingga gaya bicara para "ojol".***
Artikel Terkait
Kecam Aksi Represif Polisi Lindas Driver Ojol dengan Rantis Brimob, Aktivis GMNI se-Indonesia Tuntut Keadilan: Salah Satunya Pecat Kapolri!
Prabowo Takziah ke Rumah Almarhum, Ini Pesan Tegas Ayah Driver Ojol Affan untuk Presiden
Rantis Gilas Driver Ojol, IPW: 7 Anggota Brimob Harus Dihukum Berat
Pramono Anung dan Puan Maharani Melayat ke Keluarga Affan Kurniawan, Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob
Reaksi Kapolri Listyo Sigit Terkait Isu Mundur Menyusul Kerusuhan dan Kematian Driver Ojol
Seorang Driver Ojol Juga Meninggal Dunia dalam Demonstrasi di Makasar