KONTEKS.CO.ID – Pengamat intelijen Sri Radjasa Chandra menilai bahwa kericuhan aksi demonstrasi beberapa hari lalu tidak akan membuat Prabowo Subianto menetapkan status darurat militer.
Sri Radjasa dalam sinear Forum Keadilan Tv dikutip pada Selasa, 2 September 2025, mengatakan, darurat militer itu sesuatu yang tidak populer di seluruh dunia.
"Sangat rugi [kalau menerapkan darurat militer] dan saya yakin Pak Prabowo tahu itu," ujarnya.
Baca Juga: Darurat Militer di Indonesia: Syarat, Dampak Besar, dan Analisis Ahli Hukum Tata Negara
Menurutnya, sangat naif jika situasi ini diarahkan untuk menerapkan status darurat militer. Pemerintah tidak membuat skenario untuk menciptakan darurat militer.
"Kalau saya katakan gini, demo ini bagian daripada kegiatan makar terhadap pemerintah yang berkuasa, yang sah," tandasnya.
Ia menilai demikian karena salah satu tujuan aksi tersebut adalah untuk melengserkan Prabowo sebagai presiden. "Mendelegitimasi," tandasnya.
Sri Radjasa menegaskan, sekarang masyarakat menuntut Prabowo untuk segera mengambil langkah tegas karena yang menjadi targetnya adalah dia.
Baca Juga: Daftar Negara yang Pernah Berlakukan Darurat Militer, Indonesia Termasuk?
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah sempat kehilangan kontrol situasi di lapangan.
"Karena kontrol tersebut sudah diambil alih oleh tadi, nonset aktor gitu ya pelakunya," kata dia.
Prabowo harus membaca kondisi hilangnya kontrol negara karena terjadinya dualisme di pihak aparat keamanan.***
Artikel Terkait
Dorong Tegakkan Supremasi Sipil demi Keadilan Sosial, Koalisi Masyarakat Sipil: Cegah Darurat Militer!
Ratusan Guru Besar dan Akademisi AAPI: Pemerintah Jangan Terapkan Darurat Militer!
Ferry Irwandi Ungkap Kubu Hendak Jadikan Indonesia Darurat Militer Gagal Selebrasi
Daftar Negara yang Pernah Berlakukan Darurat Militer, Indonesia Termasuk?
Darurat Militer di Indonesia: Syarat, Dampak Besar, dan Analisis Ahli Hukum Tata Negara