• Sabtu, 18 April 2026

Terkepung Pasukan Ukraina dan Luka Parah, Desertir Marinir Satria Arta Kumbara Hilang Kontak: Mati atau Tertangkap?

Photo Author
Iqbal Marsya, Konteks.co.id
- Minggu, 24 Agustus 2025 | 10:09 WIB
Mantan prajurit Marinir TNI AL, Satria Kumbara terluka parah seusai hujan serangan mortir dan drone kamikaze tentara Ukraina. (Instagram/@wisataistimewa)
Mantan prajurit Marinir TNI AL, Satria Kumbara terluka parah seusai hujan serangan mortir dan drone kamikaze tentara Ukraina. (Instagram/@wisataistimewa)

KONTEKS.CO.ID – Kabar terbaru datang dari mantan anggota Marinir TNI AL, Satria Arta Kumbara, yang menjadi tentara bayaran untuk Rusia di palagan Ukraina.

Satria Arta Kumbara dikabarkan hilang kontak setelah digempur pasukan Ukraina. Tidak diketahui nasibnya, apakah tewas atau masih hidup.

Dari video pendek yang beredar di media sosial, sang desertir mengalami luka cukup parah seusai dihajar mortir dan drone kamikaze Ukraina.

Baca Juga: Mengenang Sepak Terjang K'tut Tantri, Warga Amerika yang Berjuang di Pertempuran Surabaya 10 November 1945

Dalam video yang diunggah di media sosial oleh mantan anggota TNI AD, Ruslan Buton, kepala Satria terlihat dibalut perban akibat luka cukup parah.

"Saya berkomunikasi dengan Satria Kumbara melalui chat WA, dan dia menyampaikan saat ini dia sedang dievakuasi karena mendapat serangan drone dan tembakan mortir yang bertubi-tubi,” beber Ruslan, mengutip Minggu 24 Agustus 2025.

Satria menjadi pasukan bayaran Rusia (mercenaries) dan tergabung dalam Russian Special Military Operations untuk ikut bertempur di palagan Perang Ukraina.

Baca Juga: Noel Ebenezer Terapkan Siasat Ini Agar Moge Ducatinya Tak Terendus APH

Seusai Satria mengabarkan posisinya dalam keadaan terkepung, ia mencoba mengontaknya. "Setelah Satria menyampaikan informasi posisinya yang terkepung, saya mencoba menghubunginya dengan panggilan video. Namun hanya status memanggil, bukan berdering. Saya kirim voice note, hanya centang satu (tak aktf),” ucapnya.

Ia berharap, mantan anggota Marinir itu bisa selamat. Pemerintah Indonesia juga mau memfasilitasinya pulang untuk kembali bersama keluarganya. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Iqbal Marsya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X