KONTEKS.CO.ID - Perusahaan farmasi asal China, BioDlink, mengumumkan Injeksi Bevacizumab produksi mereka telah memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia.
Persetujuan ini menjadi yang keempat secara internasional dalam dua bulan terakhir.
Sebelumnya BioDlink dapat izin edar di Nigeria, Pakistan, dan Kolombia.
Baca Juga: Ini Daftar 14 Obat Pengencang Payudara dan Miss V, Izin Edarnya Dicabut BPOM
Izin edar ini menandai percepatan ekspansi global BioDlink menuju fase komersialisasi yang berkelanjutan.
Indonesia, negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, mencatat lebih dari 400 ribu kasus kanker baru setiap tahun, seperti data dari WHO.
Namun, aksesibilitas obat biologis masih di bawah 15 persen.
Baca Juga: BPOM Ungkap 34 Kosmetik Ilegal: Lebih Baik Telat Glowing daripada Kulit Cepat Rusak dan Iritasi
Sebagai pasar farmasi terbesar dan pusat regulasi di ASEAN, persetujuan ini akan mempercepat akses pasar regional di Asia Tenggara.
Bevacizumab buatan BioDlink, yang diproduksi di China sesuai standar internasional GMP, diharapkan mampu menjawab kesenjangan terapi yang krusial bagi pasien di Indonesia.
Injeksi Bevacizumab adalah terapi kanker berbasis target yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis kanker.
Baca Juga: Geger Bumbu Instan RI Kena Label Prop 65 di AS, BPOM: Kami Telusuri!
Caranya dengan menghambat pembentukan pembuluh darah, sehingga memperlambat pertumbuhan tumor.
Dr. Jun Liu, CEO BioDlink, menyatakan rangkaian persetujuan ini menunjukkan kekuatan sistem kualitas dan eksekusi komersial perusahaannya.
Artikel Terkait
CanSino Biologics China Klaim Dapat Izin Uji Coba Vaksin Tuberkulosis di Indonesia
Siti Fadilah Nilai Vaksin TBC dari Gates Foundation Tak Dibutuhkan Indonesia
FDA Setujui Vaksin COVID-19 Baru Moderna untuk Lansia dan Individu Berisiko Tinggi
Vietnam Ekspor Batch Pertama Vaksin Demam Babi Afrika ke Indonesia, Total 120 Ribu Dosis