KONTEKS.CO.ID - Museum Perumusan Naskah Proklamasi menempati bekas kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol No. 1, Menteng, Jakarta Pusat.
Bangunan bergaya arsitektur art deco ini dibangun pada 1920 oleh arsitek Belanda J.F.L. Blankenberg di atas lahan seluas 3.914 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 1.138 meter persegi.
Pada masa pendudukan Jepang, bangunan ini menjadi kediaman resmi Maeda, yang juga berperan sebagai penghubung antara angkatan laut dan darat Jepang di Hindia-Belanda.
Baca Juga: 27 Tahun Dibangun, Museum Ini Jadi Portal Waktu Jogja ke Masa Lalu yang Bikin Merinding!
Pada malam menjelang Proklamasi atau 16 Agustus 1945, Soekarno, Hatta, dan Mohammad Hatta menggunakan ruang makan di lantai satu sebagai tempat merumuskan naskah proklamasi.
Tahun 1992, bangunan ini resmi ditetapkan sebagai museum melalui SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0476/0/1992 yang dikeluarkan pada 24 November.
Kini, Museum Perumusan Naskah Proklamasi menjadi salah satu situs sejarah nasional yang penting untuk memahami proses lahirnya kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga: Jalan-Jalan ke Rembang, Mampir ke Museum RA Kartini
Di bagian pameran, pengunjung dapat melihat ruang yang digunakan untuk merancang naskah Proklamasi, termasuk ruang di mana Soekarno dan Hatta menandatanganinya di atas piano.
Ada juga ruang lain yang dipakai Sayuti Melik dan B.M. Diah mengetik versi final naskah tersebut.
Halaman belakang museum menyimpan satu lagi saksi bisu sejarah: sebuah bunker beton buatan era Jepang atau Belanda.
Baca Juga: Museum MoJa Jakarta: Tempat Wisata Estetik dengan Aktivitas Seru dan Instagramable!
Bunker berukuran sekitar 5 m x 3 m x 1,5 m tersebut dulunya digunakan Maeda untuk menyimpan dokumen penting atau berlindung saat ancaman bom.
Koleksi fisik dalam museum sebagian besar berupa replika, bukan benda asli.
Artikel Terkait
Sejarah Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Syakir Daulay Dituding Parodikan Teks Proklamasi untuk Promo Film, Pengurus Advokat: Ini Melecehkan!
Gladi Resik Kirab Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi Sebelum Dibawa ke IKN, Simak Rutenya
Mengenal Riwu Ga si ‘Angalai' Soekarno: Terompet Proklamasi dan Paspampres Pertama Indonesia yang Terlupakan