KONTEKS.CO.ID - Tingkat merokok di berbagai negara pada 2025 masih menunjukkan tantangan serius bagi kesehatan publik.
Data terbaru dari Statista yang divisualisasikan melalui aplikasi Voronoi, menunjukkan ketimpangan besar antara pria dan perempuan dalam hal konsumsi tembakau.
Indonesia tercatat memiliki tingkat perokok pria tertinggi di dunia, yaitu mencapai 72,8 persen.
Namun, hanya 1,8 persen perempuan Indonesia yang merokok, sehingga mencerminkan kesenjangan besar dalam kebiasaan merokok berdasarkan gender.
Baca Juga: WHO Minta Kenaikan Cukai Rokok 50 Persen, Ekonom Kesehatan Sebut ini Sangat Mendesak
Fenomena serupa juga terlihat di China dan India.
Di China, 44,4 persen pria merokok, sedangkan perempuan hanya 1,4 persen.
Di India, angka perokok pria mencapai 10,9 persen dan perempuan hanya 0,9 persen, mencerminkan pengaruh norma budaya dan pola pemasaran industri rokok yang menyasar laki-laki.
Sebaliknya, di negara seperti Prancis dan Jerman, kesenjangan gender nyaris tidak ada.
Di Prancis, tingkat merokok pria 35,2 persen dan perempuan 34,0 persen.
Fakta itu menunjukkan budaya konsumsi tembakau yang lebih seimbang di antara dua gender.
Negara-negara seperti Amerika Serikat dan Jepang berada di tingkat menengah dengan perbedaan gender yang masih ada, tetapi tidak sebesar di Asia.
Baca Juga: Resmi! Toko Kelontong Mirip Warung Madura Dilarang Jualan Rokok, Kurma, Daging, Buah, dan Sayuran
Artikel Terkait
Wow, Hasil Cukai Rokok Ternyata Sanggup Gratiskan Iuran BPJS Kesehatan se-Indonesia
Diduga Ada Motif Tersembunyi dalam Usulan Larangan Rokok di Tempat Hiburan Malam
Kecelakaan Kejar Pembawa Rokok Ilegal di Bangkalan, Dua Mobil Patroli Polisi Ringsek
Alarm Kebakaran Picu Kepanikan Jemaah Haji Indonesia di Arab Saudi, Ternyata Karena Rokok