KONTEKS.CO.ID - Maskapai nasional Garuda Indonesia menargetkan memperluas armada operasionalnya menjadi sekitar 120 pesawat dalam lima tahun ke depan.
Ini setelah Garuda Indonesia menerima pinjaman pemegang saham senilai Rp6,65 triliun (sekitar USD407 juta) dari Danantara.
CEO Garuda Indonesia, Wamildan Tsani, menyatakan keyakinannya terhadap pemulihan jangka panjang dan prospek pertumbuhan perusahaan.
Ia menyebut suntikan modal ini sebagai tonggak penting untuk memulihkan kekuatan operasional dan finansial maskapai setelah melewati masa penuh gejolak.
“Kami optimistis Garuda bisa kembali mencatat laba bersih positif. Ini menjadi langkah krusial dalam mengoptimalkan operasional dan meningkatkan kinerja,” ujar Wamildan di Jakarta, Selasa lalu.
Kolaborasi dengan Danantara difokuskan pada peningkatan efisiensi operasional, perluasan jaringan rute, serta optimalisasi penggunaan armada untuk mendukung produktivitas yang lebih besar.
Wamildan menambahkan rencana strategis ini disusun melalui proses evaluasi menyeluruh dan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, termasuk transparansi dan akuntabilitas.
Meski menunjukkan perbaikan bertahap, Garuda masih berada di bawah tekanan finansial.
Maskapai ini mencatatkan kerugian bersih Rp 1,15 triliun pada 2024, disusul kerugian tambahan sebesar Rp 1,2 triliun pada kuartal pertama 2025.
Total kerugian dalam periode itu berarti mencapai hampir Rp2,3 triliun.
Pendanaan dari Danantara diharapkan dapat mempercepat upaya pemulihan Garuda.
Selain itu juga memungkinkan maskapai ini kembali menjadi pemain kompetitif di pasar penerbangan regional.***
Artikel Terkait
Delay 28 Jam, Kemenag Ancam Tak Lagi Gunakan Jasa Garuda Indonesia di Musim Haji 2025
Ban Pesawat Garuda Indonesia yang Bawa 161 Penumpang Copot Saat Mendarat di Tanjungpinang
Garuda Indonesia dan Citilink Target Punya 100 Pesawat Aktif di Akhir Tahun
Konflik Manajemen Vs Karyawan, Ini 5 Sikap Asosiasi Pilot Garuda Indonesia
Konflik Panas, Manajemen Garuda Indonesia Laporkan 3 Orang dari Asosiasi Pilot Garuda
IndiGo India dan Garuda Indonesia Sepakat Kerja Sama 'Codeshare', Apa itu?