KONTEKS.CO.ID - Maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) tengah mengincar tambahan modal guna membeli 15 unit pesawat baru, sebagai bagian dari upaya memperbaiki kinerja operasional yang masih terlilit kerugian.
Pendanaan tersebut disebut akan bersumber dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), entitas sovereign wealth fund terbaru Indonesia.
CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, membenarkan bahwa lembaganya tengah mengevaluasi kemungkinan memberikan pendanaan untuk mendukung optimalisasi aset Garuda Indonesia.
“Ya, itu di bagian holding sedang dievaluasi. Bagaimana meningkatkan dan mengoptimalkan aset yang ada,” ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, 10 Juni 2025.
Baca Juga: Jokowi Respons Santai Namanya Dikaitkan dengan Kapal Tongkang JKW Mahakam dan Dewi Iriana
Garuda Masih Rugi, Tapi Kerugian Mulai Menyempit
Berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2025, Garuda Indonesia masih mencatatkan kerugian bersih USD75,48 juta (sekitar Rp1,2 triliun), walaupun jumlah ini menurun dari rugi USD87 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan usaha meningkat tipis 1,62% YoY menjadi USD723,56 juta, didorong oleh penerbangan penumpang dan jasa pemeliharaan pesawat.
Namun, beban usaha pun naik menjadi USD718,35 juta, sehingga rugi sebelum pajak tetap berada di level tinggi, yakni USD88,73 juta. Meski Garuda mencatat EBITDA positif USD197 juta, maskapai ini masih menghadapi tantangan akut dalam neraca keuangannya:
- Liabilitas jangka pendek melebihi aset lancar sebesar USD684 juta
- Ekuitas negatif sebesar USD1,43 miliar
Garuda secara eksplisit mengakui bahwa kondisi ini menciptakan "unsur ketidakpastian yang material" terhadap kelangsungan usahanya.
Baca Juga: Jual-Beli Serangan Rudal: 78 Orang Tewas di Iran dan 1 Warga Israel Meregang Nyawa
Kapasitas Armada Terbatas, Suntikan Modal Dibutuhkan
Saat ini, Garuda hanya mengoperasikan sekitar 46 pesawat aktif, jumlah yang dinilai tidak cukup untuk menjangkau kebutuhan operasional dan menjaga posisi kompetitif di tengah pasar penerbangan yang kembali pulih pasca-pandemi.
Dua sumber Tempo yang mengetahui rencana internal GIAA menyebutkan bahwa perusahaan tengah menjajaki suntikan modal dari Danantara untuk membeli 15 armada baru.
Namun, belum ada keputusan final. Salah satu sumber menyebutkan bahwa pihak Danantara masih mengkaji skema pembiayaan yang paling sesuai, termasuk mempertimbangkan risiko dan keberlanjutan bisnis GIAA.
Baca Juga: Harita Nikel Operasikan 12 Smelter RKEF, Produksi Feronikel Tembus 185 Ribu Ton per Tahun
Artikel Terkait
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs China, Laga Hidup Mati Garuda dan Team Dragons!
Wamen Giring Ganesha Dapat Kerjaan Tambahan: Jadi Komisaris PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Ada Kejutan Koreo dari Garuda Japan dan Sultan Desain saat Timnas Jepang Vs Indonesia, Berikut Rencananya
Bukan Gengsi, Ini yang Membuat Laga Jepang vs Indonesia Tetap Krusial Bagi Skuad Garuda
Viral iPhone Penumpang Hilang di Kabin Garuda, Diduga Dicuri Kru Pesawat