• Sabtu, 18 April 2026

Di Tengah Ancaman Neraca Negatif, Garuda Indonesia Incar Pendanaan dari Danantara untuk Tambah 15 Pesawat

Photo Author
Alexander Sigit Atmaja, Konteks.co.id
- Sabtu, 14 Juni 2025 | 18:15 WIB
Pesawat Garuda Indonesia (unsplash.com)
Pesawat Garuda Indonesia (unsplash.com)

KONTEKS.CO.ID - Maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) tengah mengincar tambahan modal guna membeli 15 unit pesawat baru, sebagai bagian dari upaya memperbaiki kinerja operasional yang masih terlilit kerugian.

Pendanaan tersebut disebut akan bersumber dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), entitas sovereign wealth fund terbaru Indonesia.

CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, membenarkan bahwa lembaganya tengah mengevaluasi kemungkinan memberikan pendanaan untuk mendukung optimalisasi aset Garuda Indonesia.

“Ya, itu di bagian holding sedang dievaluasi. Bagaimana meningkatkan dan mengoptimalkan aset yang ada,” ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, 10 Juni 2025.

Baca Juga: Jokowi Respons Santai Namanya Dikaitkan dengan Kapal Tongkang JKW Mahakam dan Dewi Iriana

Garuda Masih Rugi, Tapi Kerugian Mulai Menyempit

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2025, Garuda Indonesia masih mencatatkan kerugian bersih USD75,48 juta (sekitar Rp1,2 triliun), walaupun jumlah ini menurun dari rugi USD87 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan usaha meningkat tipis 1,62% YoY menjadi USD723,56 juta, didorong oleh penerbangan penumpang dan jasa pemeliharaan pesawat.

Namun, beban usaha pun naik menjadi USD718,35 juta, sehingga rugi sebelum pajak tetap berada di level tinggi, yakni USD88,73 juta. Meski Garuda mencatat EBITDA positif USD197 juta, maskapai ini masih menghadapi tantangan akut dalam neraca keuangannya:

  • Liabilitas jangka pendek melebihi aset lancar sebesar USD684 juta
  • Ekuitas negatif sebesar USD1,43 miliar

Garuda secara eksplisit mengakui bahwa kondisi ini menciptakan "unsur ketidakpastian yang material" terhadap kelangsungan usahanya.

Baca Juga: Jual-Beli Serangan Rudal: 78 Orang Tewas di Iran dan 1 Warga Israel Meregang Nyawa

Kapasitas Armada Terbatas, Suntikan Modal Dibutuhkan

Saat ini, Garuda hanya mengoperasikan sekitar 46 pesawat aktif, jumlah yang dinilai tidak cukup untuk menjangkau kebutuhan operasional dan menjaga posisi kompetitif di tengah pasar penerbangan yang kembali pulih pasca-pandemi.

Dua sumber Tempo yang mengetahui rencana internal GIAA menyebutkan bahwa perusahaan tengah menjajaki suntikan modal dari Danantara untuk membeli 15 armada baru.

Namun, belum ada keputusan final. Salah satu sumber menyebutkan bahwa pihak Danantara masih mengkaji skema pembiayaan yang paling sesuai, termasuk mempertimbangkan risiko dan keberlanjutan bisnis GIAA.

Baca Juga: Harita Nikel Operasikan 12 Smelter RKEF, Produksi Feronikel Tembus 185 Ribu Ton per Tahun

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ari DP

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X