Bahkan, Jokowi membenarkan bahwa ijazah yang diunggah memang miliknya.
Menurut Dian, Jokowi memahami bahwa unggahan tersebut bukan dilakukan dengan niat jahat.
Ia hanya ingin klarifikasi publik atas polemik yang selama ini berkembang mengenai keabsahan ijazah sang presiden.
Menjaga Marwah dan Harkat Presiden
Dian juga menyampaikan bahwa niat awalnya adalah mendorong penyelesaian isu yang telah berlarut-larut, agar tidak lagi dijadikan bahan fitnah oleh pihak-pihak tertentu.
Ia menyadari bahwa tindakan tanpa izin itu bisa menimbulkan dampak negatif, namun ia berharap masyarakat memahami konteksnya.
Ia menyebut pentingnya menjaga martabat dan nama baik seorang kepala negara, terutama ketika tuduhan tak berdasar mulai menyebar di ruang publik.
Klarifikasi yang Berujung Maaf dan Damai
Baca Juga: Polemik Pembatalan Mendadak Fan Meeting Park Jihoon di Jakarta: Promotor Rugi, Agensi Bungkam!
Kedatangan Dian Sandi ke kediaman Presiden Jokowi menjadi langkah akhir meredakan polemik unggahan ijazah yang sempat viral di media sosial.
Setelah keaslian dokumen dikonfirmasi oleh Bareskrim, dan permintaan maaf disampaikan secara langsung, polemik ini tampaknya mulai mereda.
Peristiwa ini bisa menjadi pengingat bagi para pengguna media sosial agar lebih bijak dalam menyebarkan informasi, terlebih yang menyangkut privasi tokoh publik.
Publik pun kini menantikan apakah kasus ini benar-benar berakhir atau akan berlanjut ke ranah hukum atau etika partai.***
Artikel Terkait
Respons TPUA Usai Bareskrim Yakin Ijazah Jokowi Asli: Perlu Transparan
Jokowi Soal Hasil Uji Labfor Ijazah UGM: Ya, Memang Asli
Tim Reaksi Cepat BNPB Dikirim untuk Menangani Gempa Bengkulu
Presiden Prabowo Terbitkan Perpres Perlindungan Jaksa, Kejagung Apresiasi Langkah Nyata Negara
Video Viral 9 Jemaah Calon Haji Indonesia Diduga Terlantar di Mekkah, Kemenag Sebut Disampaikan Sepotong-potong