Denny menyebut, kehadiran IFG bukan hanya sebagai penyedia layanan, melainkan sebagai bagian dari upaya kolektif untuk memperkuat perlindungan publik di tengah mobilitas yang tinggi.
"Liburan seharusnya menjadi momen yang membawa ketenangan. Kami ingin mengambil peran dalam memastikan rasa tenang itu tetap terjaga,” tandas Denny.
Sebagai informasi, Pemerintah membentuk Indonesia Financial Group pada tahun 2020 yang merupakan Holding Asuransi dan Penjaminan dengan menetapkan BPUI menjadi Perusahaan Induk.
Baca Juga: Daftar Kasus Keracunan Makanan Program MBG
Pembentukan tersebut tertuang dalam PP No.20/2020 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero).
Sehubungan dengan pembentukan holding tersebut, berdasarkan surat Kementerian BUMN nomor S-562/MBU/08/2020 tanggal 6 Agustus 2020, Kementerian BUMN telah menyetujui perubahan brand logo BPUI menjadi Indonesia Financial Group (IFG).
Kekinian, IFG memiliki tujuh belas perusahaan terafiliasi yang terdiri dari anak perusahaan dan cucu perusahaan, di antaranya PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja (Jasa Raharja), PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).
Lalu, PT Bahana Sekuritas, PT Bahana TCW Investment Management, PT Bahana Artha Ventura, PT Grahaniaga Tatautama, PT Bahana Kapital Investa, PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life).
Kemudian, PT Penjaminan Jamkrindo Syariah, PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah, PT Jasaraharja Putera, PT Asuransi Jasindo Syariah, PT Reasuransi Nasional Indonesia (Nasional Re), PT Mitrasraya Adhijasa, dan PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia.***
Artikel Terkait
Diperiksa Polisi soal Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Roy Suryo Soroti Kejanggalan Nama Terlapor
Keputusan Penting Zulhas Soal Sapi, Impor Daging Beku, Jagung hingga Garam
Jemaah Haji Tertua di 2025: Berusia 109 Tahun, Semangat Nenek Sumbuk Berhaji Tetap Menyala
Kepada Ir Kasmudjo, Jokowi Sowan dan Tawarkan Bantuan Hukum Usai Terseret Kasus Ijazah Palsu
Puan Maharani Respons Soal TNI Jaga Kejaksaan, Minta Penjelasan SOP