KONTEKS.CO.ID - Mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman ikut angkat bicara terkait polemik tarik-ulur mutasi Letjen TNI Kunto Arief Wibowo dari Pangkogabwilhan I menjadi Staf Khusus KSAD.
Menurut Penasihat Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasional tersebut, mutasi putra Wapres ke-6 RI Try Sutrisno tersebut adalah hal yang umum terjadi di TNI.
Ia menambahkan, pembatalan mutasi dalam durasi singkat satu hari juga tak terkait sikap politik Try Sutrisno bersama Forum Purnawirawan Prajurit TNI. Dalam delapan tuntutan Forum Purnawirawan TNI, Try ikut mendukung pemakzulan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: Tips Ampuh Menghilangkan Smile Line agar Wajah Terlihat Lebih Muda
"Ah, hemat saya nggak ada kaitan. Jadi memang biasa itu (mutasi batal) di lingkungan TNI, sering seperti itu. Terkadang saat Wanjakti kemudian ada pertimbangan lain, jadi tak ada pengaruhnya, nggak ada hubungannya antara Pak Try dengan anaknya itu. Tak ada," ungkap Dudung, mengutip akun YouTube Liputan6, Kamis 8 Mei 2025.
Menurut Dudung, mutasi batal di TNI adalah hal lumrah dan pernah terjadi sebelumnya.
Dia menyinggung batalnya mutasi pati TNI pernah berlangsung pada saat pergantian Panglima TNI dari Jenderal Gatot Nurmantyo ke Marsekal Hadi Tjahjanto.
Baca Juga: Lantik 59 Pejabat Baru Pemprov Jakarta, Gubernur Pramono: Tim Saya Sudah Lengkap, saatnya Bekerja
Saat itu, Hadi Tjahjanto merilis Surat Keputusan Panglima TNI Kep/928.a/XII/2017 tertanggal 19 Desember 2017. SKEP itu mereivisi surat sebelumnya dari Gatot Nurmantyo terkait pergeseran sejumlah pati.
SKEP revisi Hadi membatalkan pergeseran terhadap 16 perwira tinggi TNI yang di era Gatot sempat dimutasi. "Lazim. Dulu pernah juga zaman Pak Gatot dengan Pak Hadi itu, biasa lah itu (mutasi batal)," ungkapnya.
Seperti diketahui sengkarut mutasi Kunto menjadi isu panas di masyarakat, bahkan di kalangan TNI. Ada yang menduga pergeseran itu akibat permintaan dari mantan Presiden Jokowi, ayah dari Gibran.
Baca Juga: Tips Maksimalkan Camera Control & Photographic Styles untuk Hasil Foto Lebih Profesional
Namun Jokowi sendiri sudah membantah tuduhan ikut bermain di balik SK mutasi dan promosi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. ***
Artikel Terkait
Panglima TNI Ralat Mutasi, ISDS: Dipengaruhi Kepentingan di Luar Institusi
Mutasi Letjen Kunto Arief Dibatalkan, SETARA Institute Singgung TNI yang Jadi Alat Politik Kekuasaan
Mutasi Kunto Diduga atas Perintah Wong Solo, Mantan Kepala BAIS: Panglima TNI Subordinasi, Wajib Dievaluasi
Terseret Mutasi Kunto, Jokowi Melawan Tudingan 'Cawe-cawe' ke Panglima TNI
Daftar Mutasi Pejabat KPK, Termasuk Juru Bicara Tessa Mahardika