"Maka usulan-usulan yang bukan bidangnya presiden, bukan domain presiden, tentu ya presiden tidak akan ya menjawab atau merespons itu," terangnya.
Demikian pula saat mengambil keputusan, Wiranto menyebut Prabowo tidak bisa mengambil dari satu sumber.
Prabowo, kata dia, perlu banyak masukan dari berbagai sumber sebagai bahan pertimbangan.
"Lalu yang ketiga, kebijakan presiden, atau keputusan presiden, atau arahan presiden, tidak semata-mata muncul dari satu sumber. Presiden mendengarkan, tapi tidak hanya satu sumber kemudian presiden mengambil keputusan, mengambil kebijakan. Harus banyak sumber-sumber lain yang beliau dengarkan," katanya.
Saat mengambil keputusan pun, Prabowo disebut Wiranto tak hanya fokus kepada satu bidang melainkan banyak bidang lain yang harus dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan.
"Nah, dengan demikian, maka kalau ada anggapan bahwa presiden tidak merespons, bukan seperti itu. Presiden telah menjelaskan seperti itu," ujarnya.
Kepada publik, lanjut Wiranto, Prabowo berpesan agar tak ikut berpolemik terkait isu-isu tersebut.
"Oleh karena itu beliau berpesan tadi kepada saya, akan disampaikan kepada masyarakat agar tidak ikut berpolemik masalah ini. Tidak ikut menyikapi pro dan kontra karena hanya akan menimbulkan kegaduhan-kegaduhan yang akan mengganggu kebersamaan kita, keharmonisan kita sebagai bangsa," tuturnya.
"Kita mengharapkan bahwa saatnya nanti tentu ada penjelasan-penjelasan resmi yang bisa mendinginkan suasana. Kita sedang menghadapi banyak masalah, tentunya yang kita harapkan adalah satu ketenteraman di masyarakat. Kita harmoniskan kebersamaan untuk menghadapi hal-hal yang benar-benar dihadapi di negara. Itu saya kira-kira sampaikan," terang Wiranto.
Baca Juga: Vatikan Umumkan 9 Hari Peringatan Meninggalnya Paus Fransiskus
Sebelumnya, Forum Purnawirawan Prajurit TNI menyampaikan 8 tuntutan serta pernyataan sikap terkait berbagai persoalan bangsa saat ini.
Tuntutan itu dituangkan dalam sebuah lembaran bertanda tangan Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Jenderal TNI (Purn) Tyasno Sudarto, Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto dan Marsekal TNI (Purn) Hanafie Asnan.
Sementara yang mengetahui yakni Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno.
Mereka menyampaikan 8 tuntutan dalam lembaran tersebut melalui akun YouTube Refly Harun bertajuk Live! Ngeri! Ratusan Jenderal Purn Kasih 8 Tuntutan! Ganti Wapres! Reshuffle Menteri Pro-JKW!!
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Hari ini Turun Rp22 Ribu ke Rp1.969.000 per Gram
Viral Skandal Dugaan Kekerasan Pemain Sirkus, Mantan Pawang Gajah Bongkar Sifat Asli Pimpinan OCI Taman Safari
Prabowo Utus Jokowi ke Pemakaman Paus Fransiskus, PDIP: Kenapa Bukan Wapres Gibran
Menilik Kembali Dugaan Keterlibatan Ridwan Kamil dalam Kasus Korupsi Bank BJB Hingga Moge yang Disita
Komisi II DPR: Ada Usulan Kota Solo Memisahkan Diri dari Provinsi Jateng, Namanya Daerah Istimewa Surakarta