• Sabtu, 18 April 2026

Menanti Gebrakan Politik Prabowo Pasca Pertemuan dengan Megawati, Ikrar Nusa Bhakti: Indikasinya Pemecatan Bahlil Sebagai Menteri

Photo Author
Lopi Kasim, Konteks.co.id
- Jumat, 11 April 2025 | 17:09 WIB
Analisis pengamat politik LIPI Ikrar Nusa Bhakti usai pertemuan Prabowo-Megawati, ada gebrakan politik dengan pecat Bahlil Lahaladia (Tangkapan layar/YouTube Abraham Samad SPEAK UP)
Analisis pengamat politik LIPI Ikrar Nusa Bhakti usai pertemuan Prabowo-Megawati, ada gebrakan politik dengan pecat Bahlil Lahaladia (Tangkapan layar/YouTube Abraham Samad SPEAK UP)

KONTEKS.CO.ID - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri membuat heboh jagat politik Tanah Air.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bhakti mengatakan, layak dilihat dan ditunggu hasil nyata dari pertemuan kedua tokoh di Teuku Umar itu.

"Karena kita nggak tahu apa yang akan dilakukan Prabowo pasca 20 April 2025 lalu," ujar Ikrar dalam perbincangan di Podcact Abraham Samad SPEAK UP, mengutip Jumat 11 April 2025.

Baca Juga: 5 Cafe Hits di Jakarta Selatan Buat Nongkrong Asyik atau WFC, Harga Ramah Kantong!

Kata Ikrar, Prabowo sempat menjanjikan akan melakukan gebrakan politik setelah 6 bulan pemerintahannya.

"Banyak orang yang menganalisis, Prabowo akan benar-benar bebas dari cengkraman Jokowi," kata Ikrar.

Indikasinya, lanjut dia, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahaladia berhenti dari jabatannya sebagai Menteri ESDM di pemerintahan Prabowo.

Baca Juga: Polisi Ungkap Korban Lain Pemerkosaan Dokter Residen PPDS Unpad, Masih Berstatus Pasien di RSHS

"Kalau ini terjadi bisa dibilang Prabowo punya gigi," ucapnya.

Demikian pula dengan yang terjadi kepada menteri-menteri di luar dari Koalisi Indonesia Maju (KIM).

"Karena yang asli KIM itu bukan asli yang ada di kabinet, makanya disebut KIM Plus," katanya.

Terlepas dari itu, tambahnya, banyak pengamat politik yang menyebut tidak mungkin Prabowo lepas dari Jokowi.

Baca Juga: Titiek Puspa Sempat Pasrah Kena Kanker di Usia 73 Tahun, Sembuh dengan Meditasi 5 Jam Per Hari

"Karena bagaimana pun Jokowi lah yang menentukan dia (Prabowo) bisa menjadi Presiden melalui Gibran," tuturnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lopi Kasim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X