Koperasi Cooxupe menyebut panen anggotanya telah mencapai 94,9% per akhir Agustus.
Laporan Safras & Mercado juga menunjukkan panen 2025/26 sudah 99% selesai, lebih cepat dibanding tahun lalu.
Kondisi di Vietnam juga memengaruhi pasar. Produksi kopi 2023/24 anjlok 20% yoy menjadi 1,47 juta ton akibat kekeringan, level terendah dalam empat tahun.
Meski begitu, ekspor Januari–Juli 2025 naik 6,9% yoy menjadi 1,05 juta ton.
Ke depan, USDA memperkirakan produksi kopi dunia 2025/26 naik 2,5% ke rekor 178,7 juta karung.
Namun, Volcafe memproyeksikan defisit arabika global mencapai 8,5 juta karung, lebih besar dibanding tahun sebelumnya, sehingga harga berpotensi tetap tinggi.***
Artikel Terkait
PK Kedua Jessica Kumala Wongso Ditolak MA, Vonis 20 Tahun Kasus Kopi Sianida Tetap Berlaku
Daftar Promo 17 Agustus 2025: Diskon Gila-Gilaan dari Makanan, Kopi, Retail hingga Fashion, Mulai Rp17 Ribuan!
Indonesia Kejar Tarif Impor Nol Persen untuk Ekspor Kakao, Kopi, dan Sawit ke AS, Sampai Mana Usahanya?
Starbucks Kurangi Operasional Pabrik Kopi di Lima Negara Bagian AS, Dampak Boikot?