KONTEKS.CO.ID - Harga kopi dunia kembali menguat pada perdagangan Rabu tengah pekan ini.
Kontrak arabika Desember (KCZ25) ditutup naik 0,89% atau +3,30 poin, sementara robusta ICE November (RMX25) menguat 1,25% atau +55 poin.
Penguatan ini terjadi setelah Organisasi Kopi Internasional (ICO) melaporkan ekspor kopi global pada Juli turun 1,6% year-on-year (yoy) menjadi 11,6 juta karung.
Secara kumulatif, ekspor periode Oktober–Juli juga menyusut 0,3% yoy menjadi 115,6 juta karung.
Baca Juga: Kopi Tuku Mulai Ekspansi ke Eropa, Kedai Pertama di Amsterdam
Dalam sebulan terakhir, harga kopi melonjak tajam dan sempat menyentuh level tertinggi dalam 3,5 bulan.
Lonjakan ini dipicu kekhawatiran pasokan ketat dan cuaca di Brasil.
Stok robusta di ICE turun ke level terendah 1 bulan, sementara persediaan arabika merosot ke titik terendah dalam 1,25 tahun.
Kekhawatiran pasokan juga datang dari Amerika Serikat.
Baca Juga: Pasutri Admin Grup Kopi Hitam dan Loker Daerah Provokasi Jarah Rumah Sahroni, Kini Diciduk Polisi
Importir di Negeri Paman Sam dilaporkan membatalkan kontrak pembelian kopi Brasil akibat tarif 50% terhadap ekspor Brasil.
Padahal, sepertiga pasokan kopi hijau AS berasal dari Brasil.
Di sisi lain, panen kopi Brasil yang hampir rampung berpotensi menekan harga.
Baca Juga: Harga Kopi di Indonesia Turun, Perdagangan di Vietnam Melambat, Ini Penyebabnya
Artikel Terkait
PK Kedua Jessica Kumala Wongso Ditolak MA, Vonis 20 Tahun Kasus Kopi Sianida Tetap Berlaku
Daftar Promo 17 Agustus 2025: Diskon Gila-Gilaan dari Makanan, Kopi, Retail hingga Fashion, Mulai Rp17 Ribuan!
Indonesia Kejar Tarif Impor Nol Persen untuk Ekspor Kakao, Kopi, dan Sawit ke AS, Sampai Mana Usahanya?
Starbucks Kurangi Operasional Pabrik Kopi di Lima Negara Bagian AS, Dampak Boikot?