KONTEKS.CO.ID - Pasar saham Indonesia telah bergerak turun dalam dua hari perdagangan berturut-turut, jatuh hampir 70 poin atau 0,9 persen.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kini berada sedikit di atas level 7.860 dan diperkirakan akan tetap stagnan pada perdagangan Rabu ini.
Proyeksi global untuk pasar Asia cenderung lemah, dengan saham sektor minyak dan teknologi diperkirakan akan membebani kinerja bursa.
Baca Juga: IHSG Sempat Sentuh Level 8.000 saat Prabowo Sampaikan Pidato Kenegaraan
Pasar Eropa sempat menguat, sementara bursa Asia melemah dan pasar Asia diperkirakan akan mengikuti tren penurunan tersebut.
IHSG ditutup melemah pada Selasa dipengaruhi kinerja beragam dari sektor makanan, keuangan, semen, dan sumber daya.
Pada perdagangan hari itu, indeks turun 35,43 poin atau 0,45 persen menjadi 7.862,95 setelah bergerak di kisaran 7.854,10 hingga 7.931,76.
Baca Juga: Kenaikan Beruntun IHSG Terancam Aksi Ambil Untung
Beberapa saham aktif di antaranya Bank CIMB Niaga naik 0,29 persen, Bank Mandiri turun 1,03 persen, Bank Danamon Indonesia naik 0,40 persen.
Bank Negara Indonesia turun 0,92 persen, Bank Central Asia merosot 2,30 persen, Bank Rakyat Indonesia melemah 1,94 persen, Indosat Ooredoo Hutchison menguat 1,38 persen, Indocement jatuh 1,93 persen.
Semen Indonesia melonjak 3,85 persen, Indofood Sukses Makmur turun 1,55 persen, United Tractors melemah 1,35 persen, Astra International melesat 9,95 persen.
Energi Mega Persada naik 4,31 persen, Astra Agro Lestari menguat 5,71 persen, Aneka Tambang turun 3,10 persen, Vale Indonesia naik 0,81 persen, Timah bertambah 0,50 persen, dan Bumi Resources menguat 3,70 persen.
Arah dari Wall Street cukup lemah, dengan indeks utama dibuka bervariasi pada Selasa dan menghabiskan sebagian besar sesi di zona merah, meski Dow Jones sempat naik tipis di akhir perdagangan.
Artikel Terkait
IHSG Bergerak Positif, Uji Kekuatan di Atas Level 7.000
Di Balik Penguatan IHSG, Kapital Asing Pergi dan Tarif Trump Masih Berat
IHSG Meroket 86 Poin, Sektor Teknologi Jadi Pendorong Utama
Kenaikan Beruntun IHSG Terancam Aksi Ambil Untung