Selain transformasi bisnis, BRI juga menegaskan komitmennya terhadap transformasi budaya kerja. Ini diwujudkan melalui peluncuran BRILiaN Way pada 14 Juli 2025.
“Peluncuran BRILiaN Way menjadi komitmen dalam menginternalisasi budaya kerja unggul dan berorientasi kinerja di lingkungan BRI,” jelas Hery.
Lima nilai utama BRILiaN Way, yaitu Integrity, Collaborative, Accountability, Growth Mindset, dan Customer Focus diharapkan menjadi panduan bagi seluruh insan BRILiaN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Dalam upaya menghadapi dinamika bisnis dan menjaga keberlanjutan pertumbuhan, BRI memprioritaskan inisiatif strategis pada aspek penguatan retail funding dan peningkatan kualitas aset.
Transformasi yang dilakukan BRI di sisi funding structure terus menunjukkan kinerja yang impresif.
Ini tercermin dari pertumbuhan positif dalam transaksi di berbagai kanal, baik untuk segmen ritel, merchant, maupun korporasi.
Jumlah pengguna super app BRImo meningkat 21,2% (YoY) menjadi 42,7 juta user, dengan volume transaksi naik 25,5% YoY menjadi Rp3.231,7 triliun.
Tak hanya itu, platform digital Qlola by BRI untuk nasabah wholesale dan korporasi mencatatkan peningkatan volume transaksi sebesar 33,9% YoY menjadi Rp5.970 triliun.
Volume transaksi bisnis merchant BRI juga melonjak 27,2% YoY menjadi Rp105,5 triliun, sementara volume transaksi QRIS tumbuh sangat signifikan, 142,9% YoY menjadi Rp37,2 triliun.
Pertumbuhan aset dan kualitas pendanaan juga menjadi penopang utama kinerja BRI. Total aset BRI tumbuh 6,5% YoY menjadi Rp2.106,4 triliun.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI tumbuh 6,0% YoY menjadi Rp1.416,6 triliun, dengan segmen UMKM mengambil porsi dominan sebesar 80,32%.
Kinerja Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI juga menunjukkan peningkatan solid, didorong oleh pertumbuhan dana murah (CASA) yang terus menguat.
Total DPK secara konsolidasi tercatat tumbuh 6,7% YoY menjadi Rp1.482,1 triliun.
Lebih menggembirakan lagi komposisi dana mengalami perbaikan signifikan dengan porsi CASA meningkat menjadi 65,5% dari total DPK, didorong oleh kenaikan dana giro (16,1%) dan tabungan (6,8% YoY).
Viviana Dyah Ayu, Direktur Finance & Strategy BRI, menekankan bahwa disiplin dalam pengelolaan likuiditas adalah fondasi utama bagi BRI untuk menjaga efisiensi biaya dana dan memastikan struktur pendanaan yang optimal.
Artikel Terkait
Dalam Waktu Sekejap, Rekening Nasabah BRI Cabang Muara Teweh Kabupaten Barito Utara Dibobol Penipu Rp685 Juta
Kabar Terbaru Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan EDC BRI
KPK Dalami Modus Pengondisian yang Menguntung Perusahaan Tertentu dalam Pengadaan EDC BRI
Cara Buka Blokir Dormant di Rekening BRI, Mandiri, BNI, BSI, dan BTN