KONTEKS.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia kini berada di jalur menuju swasembada pangan.
Ia mengklaim produksi beras dan jagung nasional mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.
“Dalam waktu singkat, kita buktikan bahwa kita sudah menuju swasembada pangan. Di luar dugaan, produksi beras dan jagung kita tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia,” kata Prabowo saat membuka Kongres IV Tidar, Sabtu 17 Mei 2025.
Baca Juga: 25 Ribu Pengemudi Ojol Demo di Jakarta Besok, Aplikasi Akan Dimatikan 24 Jam
Data Produksi Masih Menunggu Rilis Resmi
Meski begitu, Prabowo tidak menyebutkan angka spesifik dalam pernyataannya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada rilis terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) maupun Kementerian Pertanian terkait volume produksi beras dan jagung pada 2025.
Sebagai pembanding, menurut data BPS, produksi beras nasional pada 2023 tercatat sebesar 31,10 juta ton gabah kering giling (GKG), sementara jagung sekitar 19,6 juta ton. Jika klaim Prabowo benar, maka capaian 2025 seharusnya melampaui angka tersebut.
Cadangan Pangan Dikatakan Tertinggi
Presiden juga menyebut cadangan beras pemerintah saat ini berada di level tertinggi sepanjang sejarah.
Baca Juga: Daikin Resmikan Pabrik AC Rp3,3 Triliun di Cikarang, Siap Produksi 1,5 Juta Unit per Tahun
Pernyataan ini sejalan dengan data yang pernah dirilis Bulog pada awal tahun, yang menyebutkan cadangan beras pemerintah menembus 1,8 juta ton pada kuartal pertama 2025 — rekor tertinggi dalam satu dekade terakhir.
“Rawa kita ubah menjadi sawah. Tanah-tanah kita akan buat menjadi lahan subur,” tambah Prabowo, merujuk pada program intensifikasi dan ekstensifikasi lahan yang telah dijalankan beberapa tahun terakhir.
Lonjakan Produksi di Daerah
Prabowo mengklaim peningkatan produksi tak hanya terjadi secara nasional, tapi juga signifikan di beberapa provinsi.
Baca Juga: Kisah Inspiratif Peng Jinyang, Barista China Juara World Brewers Cup 2025 di Jakarta
Ia menyebut Sumatera Selatan mengalami lonjakan produksi hingga 25%, sementara rata-rata nasional diklaim tumbuh 10%.
Namun demikian, belum tersedia publikasi resmi yang memverifikasi klaim tersebut dari pemerintah daerah maupun otoritas statistik.
Artikel Terkait
Ekonomi di Rezim Orba: Cuan Tipis di Freeport, Swasembada Tapi Impor, Mobnas Gagal, KKN Merajalela
Percepatan Swasembada Gula, Pemerintah Identifikasi 2 Juta Hektare Lahan di Papua Selatan
Prabowo Hapus Kuota Impor, Bagaimana Nasib Swasembada Pangan
Setop Impor, Presiden Prabowo Ungkap Sumber Energi Baru Indonesia dan Targetkan Swasembada BBM
Swasembada Energi dan Pangan: Visi Strategis Prabowo untuk Indonesia Mandiri