Mereka bahkan siap meluas ke Laut Merah kalau keadaan makin tidak kondusif.
Baca Juga: Modus 'Debt Collector' Bupati Tulungagung: Pejabat Ditagih Bak Utang Abadi!
Dampaknya Buat Kita?
Kalau Selat Hormuz ditutup lagi, siap-siap saja harga komoditas dunia terutama energi bakal fluktuatif.
Saat ini, kapal yang lewat pun harus ekstra sabar karena wajib mengikuti 'rute koordinasi' ketat yang diatur Iran.
Dunia sekarang lagi menunggu: apakah AS bakal melunak demi stabilitas ekonomi, atau Teheran beneran bakal 'padamkan' jalur distribusi minyak dunia itu? Stay tuned!***
Artikel Terkait
Juru Bicara Iran Sebut Kerugian Teheran Akibat Dibombardir AS-Israel Mecapai Rp4.623 Triliun
Klaim Perang Segera Berakhir, Trump: Iran Butuh Waktu 20 Tahun untuk Kembali Bangun Negaranya!
RI Lagi Rayu Teheran Terbitkan Izin Armada Pertamina Melintasi Selat Hormuz, Tiba-Tiba Kejagung Mau Percepat Lelang Kapal Tanker Iran
Trump vs Paus Leo XIV Makin Sengit! Sebut Iran Habisi 42 Ribu Orang
Perang Iran dan Kebijakan Pemerintah Indonesia Dongkrak Harga Nikel, Surplus Global Jadi Rem
Gelombang Pemulangan WNI dari Iran Sudah Berjalan
Korban Serangan Torpedo Kapal Selam AS, Sri Lanka Pulangkan 238 Pelaut Iran
Presiden FIFA Klaim Timnas Iran Pasti Tampil di Piala Dunia 2026
Donasi Rakyat Indonesia untuk Iran Tembus Rp9 Miliar, Dubes Boroujerdi: Untuk Korban Perang
Hore, Menlu Iran Umumkan Pembukaan Kembali Selat Hormuz