KONTEKS.CO.ID - Pembicaraan panjang antara Amerika Serikat dan Iran berakhir tanpa kesepakatan.
Negosiasi yang dimediasi Pakistan selama lebih dari 20 jam gagal menghasilkan titik temu untuk mengakhiri perang.
Wakil Presiden AS, JD Vance, mengakui adanya kemajuan dalam dialog, tetapi menegaskan belum ada hasil konkret.
Baca Juga: Negosiasi 21 Jam AS Iran Gagal Total! Teheran Tolak Tuntutan 'Tak Masuk Akal' Washington Soal Nuklir
“Kami telah melakukan sejumlah diskusi substantif dengan pihak Iran. Itu kabar baiknya,” kata Vance, Minggu, 12 April 2026.
“Kabar buruknya kami belum mencapai kesepakatan.
“Namun, saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat.”
Baca Juga: Transaksi Rupiah-Yuan Meluas, China Dorong Integrasi Finansial dan Investasi di Indonesia
Delegasi tingkat tinggi dari kedua negara tiba di Islamabad pada Sabtu dan langsung menggelar pembicaraan intensif selama 21 jam.
Sebelum meninggalkan Islamabad, Vance menyebut Washington telah memberikan tawaran final dan terbaik kepada Teheran.
Di sisi lain, Iran menegaskan keberhasilan diplomasi sangat bergantung pada sikap AS.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan berbagai isu krusial telah dibahas, termasuk Selat Hormuz, program nuklir, kompensasi perang, pencabutan sanksi, serta penghentian total konflik.
“Keberhasilan proses diplomatik ini bergantung pada keseriusan dan itikad baik pihak lawan, menahan diri dari tuntutan yang berlebihan dan permintaan yang melanggar hukum, serta penerimaan hak dan kepentingan sah Iran.”
Artikel Terkait
Diambang Hattrick Juara, Persib Mulai Negosiasi Kontrak Baru dengan Bojan Hodak
Delegasi Iran Tiba di Islamabad untuk Negosiasi dengan AS, Damai atau Konflik Baru?
Biodata Jared Kushner, Menantu Trump Jadi 'Kartu As' Negosiasi AS Iran di Pakistan Meski Tanpa Jabatan Resmi
Negosiasi 21 Jam AS Iran Gagal Total! Teheran Tolak Tuntutan 'Tak Masuk Akal' Washington Soal Nuklir