KONTEKS.CO.ID - Ketegangan diplomatik antara Washington dan Teheran memasuki babak baru yang makin personal.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengumumkan penangkapan keponakan mendiang komandan militer legendaris Iran, Qassem Soleimani, beserta putrinya.
Penangkapan oleh agen federal ini terjadi setelah Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, secara resmi mencabut status mereka sebagai penduduk tetap yang sah (Lawful Permanent Resident/LPR) pada Sabtu, 4 April 2026.
Tudingan Sebar Propaganda "Setan Besar"
Keponakan Soleimani yang diidentifikasi sebagai Hamideh Soleimani Afshar, dituding oleh otoritas AS sebagai pendukung vokal rezim totaliter Iran.
Selama tinggal di AS, Hamideh Soleimani Afshar dianggap aktif mempromosikan propaganda lewat akun media sosial pribadinya.
Dalam pernyatannya, Departemen Luar Negeri AS menyebut Hamideh sering kali memuji Pemimpin Tertinggi Iran yang baru dan mengecam Amerika dengan sebutan "Setan Besar".
"Ia menyatakan dukungan tanpa ragu terhadap Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang ditetapkan sebagai organisasi teroris. Saat ini keduanya ditahan ICE sembari menunggu proses deportasi," tulis Menlu Marco Rubio lewat unggahan di akun X miliknya.
Biodata Qassem Soleimani: Sosok Paling Berpengaruh
Sebagai informasi, Qassem Soleimani merupakan mantan pemimpin faksi Pasukan Quds IRGC yang tewas akibat serangan drone AS di Baghdad pada 2020 silam.
Ia dianggap sebagai orang paling berkuasa kedua di Iran setelah Ali Khamenei.
Kematian Soleimani (dan kemudian Khamenei pada Februari 2026) terus memicu janji balas dendam dari para petinggi militer Iran.
Langkah AS menangkap keluarganya di tanah Amerika dinilai sebagai upaya pembersihan pengaruh rezim Iran di dalam negeri.
"Orang Amerika harus tahu bahwa balas dendam atas darah syuhada Soleimani pasti terjadi," demikian bunyi ancaman dari mendiang mantan Presiden Iran, Ebrahim Raisi, yang kembali viral di tengah penangkapan ini.
Artikel Terkait
40 Negara Bentuk Koalisi Global Adang Dominasi Iran di Selat Hormuz
DK PBB Terbelah, China Tolak Penggunaan Kekuatan di Selat Hormuz
Dari Mana Nama Selat Hormuz? Mulai Ahura Mazda hingga Pohon Kurma
Trump Ultimatum Iran untuk Buka Selat Hormuz dalam Tempo 48 Jam
Dorong Kemandirian Global, Macron Serukan Dunia Tak Bergantung pada Amerika Serikat
Lolos dari Kejaran IRGC, Pilot Jet F-15E Strike Eagle yang Ditembak Jatuh Iran Berhasil Diselamatkan Pasukan Khusus AS
Misi Penyelamatan Pilot F-15E AS Gagal Total: 1 Hercules C-130 dan 2 Helikopker Black Hawk Ditembak Jatuh di Isfahan Iran
Detik-Detik Pesawat Hercules C-130 AS Ditembak Jatuh Iran saat Misi Penyelamatan Pilot F-15E Strike Eagle
Donald Trump Ngamuk di Medsos: Ancam Hancurkan Infrastruktur Iran Usai Pesawat Militer AS Jatuh!
Diplomasi Satset Anwar Ibrahim! Cukup Sekali Telepon, 7 Kapal Malaysia Bebas Lewat Selat Hormuz Tanpa Tarif