KONTEKS.CO.ID – Pemerintah Iran membantah klaim ada pembicaraan dengan Presiden AS Donald Trump.
Pembicaraan ini terkait upaya penyelesaian konflik yang sedang berlangsung.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan tidak ada negosiasi yang tengah berjalan antara Teheran dan Washington.
Baca Juga: Prabowo Telepon Presiden UEA, Kecam Serangan Iran dan Minta segera Penurunan Eskalasi Perang
Ia malah menuding pernyataan Trump sebagai upaya memengaruhi pasar global, khususnya sektor keuangan dan minyak.
“Trump berusaha memanipulasi pasar keuangan dan minyak, sekaligus mencari jalan keluar dari situasi sulit yang menjerat AS dan Israel,” ujarnya.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengungkapkan memang ada pesan dari sejumlah negara sahabat yang menyampaikan keinginan AS membuka jalur negosiasi.
Baca Juga: Kim Jong Un Jadi Presiden Korea Utara, 99,99 Persen Pemilih Mendukung
Namun, ia menegaskan hingga saat ini belum ada pembicaraan resmi yang benar-benar berlangsung di antara kedua negara.
PM Israel Benjamin Netanyahu juga menyebut telah berkomunikasi dengan Trump.
Ia mengakui Washington melihat peluang tercapainya kesepakatan, tetapi Israel tetap akan melanjutkan operasi militernya.
Baca Juga: Prabowo Minta Kualitas Program MBG Ditingkatkan, SPPG Tak Layak Diminta Ditutup Sementara
“Trump percaya ada peluang untuk memanfaatkan capaian militer guna mencapai tujuan perang melalui sebuah kesepakatan yang melindungi kepentingan vital kami,” kata Netanyahu.
“Pada saat yang sama, kami terus melakukan serangan di Iran dan Lebanon.”
Artikel Terkait
Perang AS dan Israel dengan Iran Makin Liar, dari Diego Garcia Ancaman Konflik Meluas ke Eropa
Menkes Iran Ungkap 210 Anak Tewas Sejak Dimulainya Serangan AS dan Israel
Selat Hormuz Dibuka Bersyarat, Iran Tetap Blokir Kapal Negara Musuh
Menlu Iran Sebut Faktor Asuransi Bikin Kapal Ragu Melewati Selat Hormuz