KONTEKS.CO.ID - Dinamika politik Iran kembali jadi sorotan setelah media Barat mulai memunculkan sosok Reza Pahlavi.
Namun, pemerintah Republik Islam Iran lewat Duta Besarnya di Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak ambil pusing dengan narasi tersebut.
Dalam konferensi pers yang digelar di Menteng, Jakarta Pusat, Senin 2 Maret 2026, Boroujerdi menyebut kemunculan figur keturunan Shah Iran itu tak lebih dari sekadar propaganda lama yang dipoles ulang.
Baca Juga: Otw Jadi Legenda! Janice Tjen Kokoh di Top 40 Dunia dalam Ranking Terbaru WTA
Sentil Sejarah Kudeta 1953
Boroujerdi mengingatkan publik tentang sejarah kelam campur tangan Amerika Serikat di Iran.
Menurutnya, upaya mengembalikan monarki adalah langkah mundur yang melawan arus demokrasi yang sudah diperjuangkan rakyat Iran sejak puluhan tahun lalu.
“Saya rasa mereka sudah pernah melakukan hal ini pada tahun 1953 melalui sebuah kudeta. Amerika Serikat mencoba untuk menyerang demokrasi di negara kami dengan mengembalikan Shah Iran pada saat itu,” tegas Boroujerdi di hadapan awak media.
Ia juga mempertanyakan logika demokrasi yang diusung pihak luar. Jika memang rakyat menginginkan sistem lama, Revolusi 1979 tidak akan pernah terjadi untuk menggulingkan kekuasaan Shah.
Baca Juga: Nggak Pakai Asem! WINGS Food Gebrak Pasar RTD Tea Lewat Teh Lemon Madu yang 'Smooth' Abis
Analogi 'Serangan' Terhadap Negara
Dubes Boroujerdi juga menyoroti legitimasi moral figur yang muncul di tengah isu konflik.
Ia merasa aneh jika ada pihak yang mengaku mencintai negaranya, tapi justru menunggu momentum pengeboman atau kehancuran negaranya sendiri untuk bisa berkuasa kembali.
Ia kemudian memberikan analogi yang cukup relatable bagi masyarakat Indonesia:
“Tentu mungkinkah terdapat orang Iran yang berharap pengeboman terjadi terhadap negaranya? Kami di Iran, masyarakat negara kami, tidak menganggap ada dan tidak menganggap serius orang yang tadi disebutkan.”
Artikel Terkait
Inggris Izinkan AS Pakai Pangkalan Militer untuk Hadang Iran! PM Starmer: Ini Demi Lindungi Warga Sipil
Prabowo Panggil Bahlil ke Istana, Bahas Pasokan Energi Usai Iran Tutup Selat Hormuz
Bandara Soekarno-Hatta Sudah Merasakan Dampak Nyata Perang Iran dengan AS-Israel
Jalur Selat Hormuz Ditutup Iran, BPS Ungkap Nilai Perdagangan Indonesia di Negara-Negara Sekitarnya
Trump Ancam Kirim Pasukan ke Iran, Siapkan Gelombang Serangan yang Lebih Besar
2 Jet Sukhoi Iran Rontok di Langit Qatar, 7 Rudal Balistik dan 5 Drone Berhasil Dicegat
PBNU Kecam Serangan Amerika dan Israel ke Iran, BoP Harus Turun Tangan
Buntut AS – Israel Serang Iran, MUI dan PGI Sepakat Desak Pemeritah Indonesia Keluar dari Board of Peace
Iran Blokade Selat Hormuz, Ancam Bakar Kapal yang Nekat Melintas: Kami Takkan Biarkan Setetes Minyak pun Keluar!
Eskalasi Iran-Israel Kian Memanas, WNI di Jerman Ini Pertimbangkan Mudik ke Indonesia