KONTEKS.CO.ID - Pemerintah Kolombia resmi mengerahkan 30 ribu personel militer ke perbatasan Venezuela.
Hal itu sebagai langkah antisipasi keamanan menyusul serangan militer Amerika Serikat (AS) ke negara tetangga tersebut pada akhir pekan lalu.
Langkah ini menandai status siaga tinggi Kolombia di tengah meningkatnya tensi geopolitik kawasan Amerika Latin.
Kepala Departemen Administratif Presiden Kolombia, Angie Lizeth Rodriguez, menegaskan pengerahan pasukan dilakukan untuk melindungi kepentingan nasional sekaligus warga sipil di wilayah perbatasan.
Baca Juga: Park Jeong Min Jadi Agen Korea Utara di Humint, Film Spionase Penuh Tensi Berlatar Vladivostok
“Perintah ini merupakan bagian dari strategi mempertahankan kedaulatan, pertahanan, dan integritas teritorial Kolombia, sekaligus mengamankan masyarakat perbatasan di tengah tensi regional,” ujar Rodriguez, dikutip The National, Selasa 6 Januari 2026.
Kolombia sebelumnya juga secara terbuka mengecam operasi militer AS di Venezuela.
Presiden Gustavo Petro bahkan sempat memperingatkan Washington agar tidak melancarkan serangan, terutama setelah adanya pengerahan militer AS dalam skala besar di kawasan Karibia.
Baca Juga: Prabowo Panggil Full Kabinet ke Hambalang Lagi! Retret Jilid II Digelar Hari Ini, Dress Code Khaki
11 Ribu Pasukan Fokus di Catatumbo
Menteri Pertahanan Kolombia, Pedro Sanchez, menjelaskan bahwa puluhan ribu tentara tersebut akan ditempatkan di sepanjang 2.200 kilometer perbatasan Kolombia–Venezuela.
Dari jumlah itu, 11 ribu personel difokuskan di wilayah Catatumbo, kawasan yang dikenal rawan konflik.
Ribuan pasukan di Catatumbo dilengkapi drone pengintai, sistem anti-drone, hingga kendaraan lapis baja.
Menurut Sanchez, penguatan ini krusial untuk menekan aktivitas kelompok bersenjata ilegal.
Artikel Terkait
Kapal Perang AS Hadang Tanker Minyak Venezuela, China dan Rusia Ikut Masuk Pusaran Konflik Karibia
Maduro Diciduk AS, Venezuela Chaos: Trump Klaim Delcy Rodriguez Jadi Presiden Sementara
Mengenal Spesifikasi CN-235, Pesawat Buatan PT DI yang Terlibat dalam Operasi AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Purbaya Soroti Serangan AS ke Venezuela: Hukum Dunia Terasa Aneh, PBB Dinilai Melemah
Diadili di New York, Maduro Tegaskan Dirinya Masih Presiden Venezuela: Saya Tak Bersalah!