Baca Juga: Modal Receh Rp50 Ribu, Hendy Asal Tangerang Tembus 7 Negara Jalan Kaki ke Mekkah dalam 9 Bulan
Pihak Adidas juga mengakui kesalahan tersebut. Mereka berjanji akan berkolaborasi dengan komunitas Yalálag untuk menciptakan dialog yang saling menghormati dan menjaga warisan budaya.
Masa Depan Kolaborasi dan Pelajaran Berharga
Meski menuai kritik, sepatu Oaxaca Slip On tetap menjadi sorotan di dunia fesyen karena perpaduan estetika klasik huarache dan teknologi sepatu modern.
Chavarria menilai, tantangan ini menjadi pelajaran penting dalam membangun kolaborasi yang benar-benar inklusif.
Kolaborasi ini mengingatkan dunia fesyen bahwa menghormati budaya tak cukup hanya terinspirasi tapi harus melibatkan komunitas asalnya secara langsung.
Seperti kata Willy, “Cinta tidak diberikan begitu saja, cinta diperoleh melalui tindakan.***
Artikel Terkait
Publik Figur Dunia Ramai-ramai Desak Adidas Pecat Kanye West karena Tulis Ujaran Kebencian
Kabar Baik, Produk Adidas dan Reebok Kembali Dijual di Rusia
Tinggalkan Adidas, Timnas Jerman Pindah Nike dengan Kontrak Rp1,7 Triliun per Tahun
10 Sepatu Lari Terbaik Tahun 2024 plus Keunggulannya, Ada Adidas Adizero Adios Pro 4