KONTEKS.CO.ID - Presiden AS Donald Trump mengaku kecewa dengan sikap Presiden Rusia Vladimir Putin.
Karena itu, Trump memperpendek deadline atau tenggat waktu 50 hari untuk mengakhiri perang di Ukraina yang ia tetapkan bulan ini.
Kini Trump telah menetapkan tenggat waktu baru 10 atau 12 hari bagi Rusia untuk mengakhiri perangnya di Ukraina. Ia merasa frustrasi terhadap Putin karena memperpanjang konflik.
Baca Juga: Parodi Hamil Erika Carlina, Netizen Belum Move On, Karier Nathalie Holscher Masih Terancam?
"Saya akan membuat tenggat waktu baru sekitar ... 10 atau 12 hari dari hari ini," kata Trump kepada wartawan saat bertemu Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di Skotlandia, mengutip Al Jazeera, Senin 28 Juli 2025. "Tidak ada alasan untuk menunggu. ... Kami hanya tidak melihat adanya kemajuan."
Tidak ada komentar langsung dari Kremlin terkait ancaman Trump.
Presiden AS itu telah berulang kali menyuarakan kekesalannya terhadap Putin karena terus menyerang Ukraina. Padahal Amerika telah berupaya mengakhiri perang dan mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap Rusia dan negara-negara pembeli ekspornya.
Baca Juga: Polri Sibuk Sukseskan MBG, Kapolri Kerja Banting Tulang Bangun 409 SPPG se-Indonesia
Sebelum kembali menjabat untuk masa jabatan kedua di Gedung Putih pada bulan Januari, Trump, yang memandang dirinya sebagai pembawa damai, telah berjanji untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama tiga setengah tahun dalam waktu 24 jam.
“Tidak ada alasan untuk menunggu. Jika Anda tahu apa jawabannya, mengapa menunggu? Dan itu akan berupa sanksi dan mungkin tarif, tarif sekunder,” kata Trump. “Saya tidak ingin melakukan itu terhadap Rusia. Saya mencintai rakyat Rusia.” ***
Artikel Terkait
Menteri Transportasi Rusia Tewas Bunuh Diri Beberapa Jam Setelah Dipecat Vladimir Putin
Putin Bikin Murka, Trump Ambil Langkah Tak Terduga: Rudal Patriot Siap Mengudara ke Ukraina!
Rusia Gempur Ukraina dengan Rudal Hipersonik, NATO Dapat Ancaman Nuklir
Penyebab Columbia University Bayar Rp3,6 T ke Trump Usai Demo Pro-Palestina
Sisi Gelap Satria Terkuak: Warganet Bongkar Alasan Eks Marinir Jadi Tentara Bayaran Rusia