KONTEKS.CO.ID - Sebuah pesawat penumpang dengan hampir 50 orang di dalamnya jatuh di timur jauh Rusia, pada Kamis 24 Juli 2025.
Tak ada tanda-tanda korban selamat dari kecelakaan pesawat tersebut.
Laman France 24 melaporkan, puing-puing pesawat yang terbakar ditemukan di lereng hutan dekat Tynda setelah pesawat tersebut menghilang dari radar saat upaya pendaratan kedua.
"Sebuah pesawat penumpang yang membawa hampir 50 orang jatuh di sebuah tempat terpencil di wilayah timur jauh Rusia, Amur, pada hari Kamis, tanpa tanda-tanda korban selamat," kata pihak berwenang setempat.
Baca Juga: Rodrigo De Paul Selangkah Lagi Gabung Inter Miami, 'Sang Pengawal Pribadi' Makin Dekat dengan Lionel Messi
Pesawat Antonov-24 berbaling-baling ganda yang dioperasikan oleh Angara Airlines tersebut sedang menuju Kota Tynda dari Kota Blagoveshchensk ketika menghilang dari radar sekitar pukul 13.00 waktu setempat.
Sebuah helikopter penyelamat kemudian melihat badan pesawat yang terbakar di lereng gunung berhutan sekitar 16 kilometer dari Tynda.
Video yang dipublikasikan oleh investigator Rusia menunjukkan gumpalan asap mengepul dari reruntuhan pesawat di area hutan yang lebat.
Baca Juga: VinFast VF 7: SUV Listrik Futuristik Hadir dengan Dua Varian Baterai dan Tenaga Besar di GIIAS 2025
"Tim penyelamat di helikopter tidak melihat tanda-tanda korban selamat," kata tim penyelamat setempat.
Sementara badan pertahanan sipil wilayah Amur menyampaikan, bahwa mereka tengah mengirimkan tim darat ke lokasi kejadian.
"Saat ini, 25 orang dan lima unit peralatan telah dikerahkan, dan empat pesawat beserta awaknya bersiaga," katanya.
Baca Juga: Kasatgas Pangan Ungkap Alasan Kasus Beras Oplosan Naik Penyidikan, Salah Satunya Kualitas Tak Sesuai Aturan
"Kondisi hutan membuat akses ke lokasi kejadian menjadi sulit," kata seorang tim penyelamat kepada kantor berita Pemerintah Rusia, TASS.
"Operasi pencarian utama sedang dilakukan dari udara," kata mereka.
Angara Airlines, maskapai regional kecil yang berbasis di kota Irkutsk, Rusia, belum memberikan komentar publik.
Pesawat Mencoba Melakukan 'Pendaratan Kedua'
Menurut Gubernur wilayah tersebut, Vassily Orlov, pesawat membawa 43 penumpang dan enam awak. "Di antara penumpang terdapat lima anak-anak," sebutnya.
Baca Juga: KPK Periksa 20 Orang Usut Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia
Sementara TASS, mengutip layanan darurat, mengatakan pesawat itu membawa 40 penumpang dan enam awak.
"Pesawat itu jatuh saat mencoba pendekatan kedua ke Bandara Tynda," kata Kantor Kejaksaan Transportasi Timur Jauh Rusia.
"Saat mendekati Bandara Tynda, pesawat berputar untuk pendaratan kedua, setelah itu kontak hilang," imbuhnya.
"Keadaan sedang diselidiki," katanya.
Baca Juga: BYD Atto 1 Bikin Geger GIIAS 2025, Harganya Enggak Masuk Akal!
Tidak ada komentar langsung tentang penyebab kecelakaan itu.
Pesawat itu diproduksi hampir 50 tahun lalu. "Pada tahun 2021, sertifikat kelaikan udara pesawat diperpanjang hingga tahun 2036," lapor TASS, mengutip seorang sumber di layanan penerbangan.
Antonov-24 merupakan pesawat baling-baling ganda rancangan Soviet yang populer dan pertama kali beroperasi pada 1959.
Rusia telah mengambil langkah-langkah untuk beralih dari pesawat Soviet ke jet modern dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi pesawat ringan yang menua masih banyak digunakan di wilayah-wilayah terpencil, dengan kecelakaan yang sering terjadi. ***
Artikel Terkait
Pesawat Jatuh di BSD dari Tanjung Lesung Hendak ke Pondok Cabe, Korban Dibawa ke RS Polri
KNKT: Pesawat Jatuh di BSD Milik Pribadi, Tak Punya Black Box
2 Kotak Hitam Ditemukan, Terungkap Kalimat Terakhir Pilot Jeju Air ke Menara Sebelum Pesawat Jatuh di Muan International Airport
Foto Tragedi Air India, Pesawat Jatuh di Pemukiman Padat Penduduk, Terbakar dan Nyangkut di Asrama Rumah Sakit
Ajaibnya Kursi 11A, Kisah Saksi Hidup Kecelakaan Pesawat, James Ruangsak Loychusak dan Vishwashkumar Ramesh