Sebaliknya, Ukraina mulai menyerang balik menggunakan drone jarak jauh. Serangan drone dari dalam wilayah Rusia berhasil melumpuhkan pangkalan udara di Krimea dan menghancurkan beberapa pesawat pembom strategis Rusia.
Serangan Drone Rusia Meningkat, Ukraina Minta Bantuan Patriot
Ukraina menghadapi serangan udara intens setiap malam. Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa dalam satu malam, lebih dari 477 drone dan 60 rudal menyerang berbagai kota Ukraina.
Umerov menambahkan, Rusia kini menggunakan hingga 500 drone Shahed setiap malam. Drone tersebut, yang dipasok dari Iran dan diproduksi secara massal di Rusia, digunakan bersamaan dengan rudal balistik dan jelajah untuk mengecoh dan membobol sistem pertahanan udara Ukraina.
Dalam sepekan terakhir saja, lebih dari 23.000 drone kamikaze telah digunakan oleh Rusia di garis depan.
Sebagai respons, Ukraina kembali menyerukan dukungan sistem pertahanan udara lanjutan seperti Patriot dari negara-negara Barat. Bahkan, Ukraina siap membeli sistem tersebut melalui pendanaan hasil kerja sama mineral strategis dengan Amerika Serikat.
Umerov menyebut bahwa perang ini telah bergeser menjadi “pertarungan intelektual,” di mana algoritma drone dan sistem pertahanan terus diperbarui oleh kedua belah pihak. ***
Artikel Terkait
Drone X-Intra, Senjata Baru Israel untuk Membunuh Rakyat Gaza Palestina
Putin Tepuk Tangan, Prabowo Lebih Pilih SPIEF 2025 daripada Hadiri KTT G7: Itu Komitmen Saya
Drone Serang Pangkalan Irak, Ketegangan Kawasan Memuncak
Disaksikan Vladimir Putin, Danantara dan RDIF Rusia Rilis Platform Investasi dengan Modal Rp37,6 Triliun
Mimpi Prabowo Terwujud, PT PAL Bangun Kapal Induk Helikopter dan Drone Mulai Tahun 2027