• Sabtu, 18 April 2026

Elon Musk Tepis Tuduhan Penggunaan Narkoba, Fokus pada Misi Pemerintahan Trump

Photo Author
Alexander Sigit Atmaja, Konteks.co.id
- Selasa, 3 Juni 2025 | 19:30 WIB
Elon Musk tanggalkan jabatannya di Pemerintahan Donald Trump. (The Babylon)
Elon Musk tanggalkan jabatannya di Pemerintahan Donald Trump. (The Babylon)

Peran Elon Musk dalam Pemerintahan Trump

Sejak Januari 2025, Elon Musk ditunjuk sebagai pimpinan inisiatif pemangkasan birokrasi dan efisiensi anggaran pemerintah federal yang diberi nama DOGE (Department of Government Efficiency).

Meski sempat menuai pro dan kontra, peran Musk dinilai strategis dalam mengidentifikasi pemborosan anggaran dan mendorong otomatisasi di sejumlah lembaga federal.

Menurut juru bicara Gedung Putih, Harrison Fields, peran Musk dalam DOGE telah membuahkan hasil konkret.

“Hanya dalam empat bulan, Elon telah mencapai lebih banyak hal untuk pembayar pajak Amerika daripada banyak politisi karier,” kata Fields dalam pernyataan kepada NBC.

Baca Juga: OJK Ungkap Kerugian Akibat Scam Mencapai Rp2,6 Triliun, Ratusan Ribu Rekening Terlibat, Waspada!

Fields tidak memberikan komentar langsung terkait dugaan penggunaan narkoba oleh Musk, namun ia menegaskan bahwa DOGE kini telah tertanam dalam struktur pemerintahan dan akan terus melanjutkan visinya di bawah kepemimpinan Musk.

Dugaan Gaya Hidup Kontroversial dan Drama Keluarga

Laporan The Times juga menyentuh aspek pribadi Elon Musk, termasuk hubungan rumitnya dengan beberapa ibu dari anak-anaknya yang kini juga dikaitkan dengan persoalan hukum.

Beberapa dari mereka dikabarkan tengah menggugat Musk atas hak asuh dan dukungan finansial, yang kabarnya berkaitan dengan gaya hidup Musk yang dianggap “tidak stabil.”

Hingga kini, tim hukum Musk belum merilis pernyataan resmi menanggapi laporan tersebut, dan NBC News menyebutkan belum dapat mengonfirmasi secara independen tuduhan dalam artikel The Times.

Baca Juga: Sudah Berumur, Luka Modric Masih Dilirik AC Milan

Antara Genius dan Gempuran Kontroversi

Elon Musk, orang terkaya di dunia menurut perhitungan terbaru Bloomberg Billionaires Index, kerap melintasi batas antara inovator dan figur kontroversial.

Ia memimpin perusahaan teknologi yang mengubah dunia Tesla dalam otomotif listrik, SpaceX dalam industri luar angkasa, hingga Neuralink dan xAI di bidang kecerdasan buatan. Namun, ia juga tidak jarang berseteru dengan regulator, jurnalis, bahkan investor.

Kini, keterlibatannya dalam pemerintahan Trump dan dugaan penggunaan narkoba membuka babak baru dari ketegangan antara Musk dan media arus utama.

Meski berusaha menangkis isu dengan mengalihkan fokus pada serangan terhadap The New York Times, pertanyaan publik mengenai integritas moral dan stabilitas emosional tokoh penting seperti Musk tetap mengemuka. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rat Nugra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Paus Leo XIV Merespons Serangan Terbaru Trump

Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB
X