• Sabtu, 18 April 2026

Varian Baru COVID-19 XEC di Thailand, Menular 7 Kali Lebih Cepat: Sudah Masuk ke Indonesia?

Photo Author
Firman Ramadhan, Konteks.co.id
- Selasa, 27 Mei 2025 | 18:15 WIB
Waspada Varian Baru Covid-19 XEC di Thailand, Menular 7 Kali Lebih Cepat, Apakah Sudah Masuk ke Indonesia? (Canva.com)
Waspada Varian Baru Covid-19 XEC di Thailand, Menular 7 Kali Lebih Cepat, Apakah Sudah Masuk ke Indonesia? (Canva.com)

KONTEKS.CO.ID - Thailand, pada bulan Mei ini, melaporkan kemunculan varian baru Covid-19 XEC yang menyebar tujuh kali lebih cepat dari flu biasa.

Varian ini merupakan hasil mutasi dari strain Omicron yang sebelumnya telah menjadi varian dominan di berbagai negara.

Fakta ini membuat para ahli dan pemerintah waspada, terutama karena dampaknya terhadap kelompok rentan seperti lansia.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Chromebook, Apartemen Stafsus Mendikbudristek Nadiem Makarim Digeledah Kejagung

XEC, Mutasi dari Omicron yang Lebih Mudah Menular

Varian XEC pertama kali terdeteksi di Jerman pada pertengahan 2024 dan perlahan menyebar ke berbagai penjuru Eropa, lalu ke Asia, termasuk Thailand dan Jepang.

Meski gejalanya tidak tergolong berat, kecepatan penyebarannya jadi perhatian utama.

Di Thailand sendiri, data menyebutkan bahwa 80 persen kematian akibat XEC terjadi pada lansia, sementara anak-anak juga termasuk dalam kelompok yang berisiko terinfeksi.

Baca Juga: Bongkar Korupsi Zakat Belasan Miliar Rupiah di Baznas, Mantan Pegawai Malah Jadi Tersangka

Para ilmuwan menyebut bahwa XEC tidak menyebabkan gejala yang lebih parah dibandingkan varian sebelumnya.

Namun, kecepatannya dalam menular membuat banyak negara meningkatkan kewaspadaan, terutama karena subvarian ini sudah menyebabkan gelombang infeksi besar di Amerika Serikat pada akhir 2024.

Bagaimana Kondisi di Indonesia?

Sejauh ini, varian baru Covid-19 XEC belum ditemukan di Indonesia.

Baca Juga: Pegawai Bank Indonesia yang Lompat dari Atas Gedung Ternyata Punya Jabatan Bagus

Berdasarkan hasil pengawasan hingga 17 Mei 2025, Kementerian Kesehatan menyatakan semua sampel spesimen yang diperiksa negatif dari varian ini.

Varian yang masih beredar di Indonesia adalah JN.1 dan turunannya—sama seperti yang ditemukan di negara tetangga, Malaysia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Iqbal Marsya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Paus Leo XIV Merespons Serangan Terbaru Trump

Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB
X