KONTEKS.CO.ID - Thailand, pada bulan Mei ini, melaporkan kemunculan varian baru Covid-19 XEC yang menyebar tujuh kali lebih cepat dari flu biasa.
Varian ini merupakan hasil mutasi dari strain Omicron yang sebelumnya telah menjadi varian dominan di berbagai negara.
Fakta ini membuat para ahli dan pemerintah waspada, terutama karena dampaknya terhadap kelompok rentan seperti lansia.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Chromebook, Apartemen Stafsus Mendikbudristek Nadiem Makarim Digeledah Kejagung
XEC, Mutasi dari Omicron yang Lebih Mudah Menular
Varian XEC pertama kali terdeteksi di Jerman pada pertengahan 2024 dan perlahan menyebar ke berbagai penjuru Eropa, lalu ke Asia, termasuk Thailand dan Jepang.
Meski gejalanya tidak tergolong berat, kecepatan penyebarannya jadi perhatian utama.
Di Thailand sendiri, data menyebutkan bahwa 80 persen kematian akibat XEC terjadi pada lansia, sementara anak-anak juga termasuk dalam kelompok yang berisiko terinfeksi.
Baca Juga: Bongkar Korupsi Zakat Belasan Miliar Rupiah di Baznas, Mantan Pegawai Malah Jadi Tersangka
Para ilmuwan menyebut bahwa XEC tidak menyebabkan gejala yang lebih parah dibandingkan varian sebelumnya.
Namun, kecepatannya dalam menular membuat banyak negara meningkatkan kewaspadaan, terutama karena subvarian ini sudah menyebabkan gelombang infeksi besar di Amerika Serikat pada akhir 2024.
Bagaimana Kondisi di Indonesia?
Sejauh ini, varian baru Covid-19 XEC belum ditemukan di Indonesia.
Baca Juga: Pegawai Bank Indonesia yang Lompat dari Atas Gedung Ternyata Punya Jabatan Bagus
Berdasarkan hasil pengawasan hingga 17 Mei 2025, Kementerian Kesehatan menyatakan semua sampel spesimen yang diperiksa negatif dari varian ini.
Varian yang masih beredar di Indonesia adalah JN.1 dan turunannya—sama seperti yang ditemukan di negara tetangga, Malaysia.
Artikel Terkait
Terjadi Lagi, Penumpang Coba Buka Pintu Pesawat saat Penerbangan Berlangsung
Seskab Teddy Tegaskan Dukungan Presiden Prabowo agar Papua Nugini Bisa Bergabung ke ASEAN
Mobil Tabrak Parade Juara Liverpool, Puluhan Orang Dilarikan ke RS, Termasuk 4 Anak, Mengerikan!
Presiden Prancis Emmanuel Macron Bantah Ditoyor Istri, Termasuk Pakai Kokain dan Berkelahi dengan Presiden Turki
KTT BIMP–EAGA 16 di Kuala Lumpur, Fokuskan Kerja Sama Kawasan Timur ASEAN