Untuk penyajiannya, ia memanggang roti (dari 3D Baking), menambahkan sambal aioli, lalu dua sendok rendang, dan kembali diberi sambal aioli, bawang goreng, daun ketumbar, bawang bombay, serta giardiniera — menambahkan rasa khas Chicago.
Selain sandwich, rendang juga tersedia dalam bentuk nasi kotak dengan pilihan mi, nasi putih atau nasi goreng, serta salad sebagai dasar.
Disajikan bersama sayur gulai (daun singkong gulai), acar khas Indonesia, kerupuk udang atau bawang, serta sambal merah atau hijau.
Ide di balik Rendang Republic, kata Avila, adalah menyajikan makanan Indonesia secara praktis dan familiar, seperti dalam bentuk sandwich.
“Ini adalah cara yang baik untuk mengedukasi orang di sini,” katanya.
Mengelola restoran Indonesia, dari Minahasa hingga Rendang Republic, telah menjadi pengalaman belajar besar bagi Avila.
Contohnya, ia menyadari makanan di Minahasa sangat merepresentasikan masakan ibunya.
Masakannya sangat pedas dan mencerminkan komunitas Kristen di daerah asal ibunya. Sedangkan di Padang, ibu kota Provinsi Sumatera Barat yang mayoritas Muslim, masakannya halal.
Dengan lebih dari 17 ribu pulau, kuliner Indonesia sangat beragam dari satu daerah ke daerah lain.
“Semakin saya mempelajari makanan Indonesia, semakin saya mengenal diri saya sendiri dan latar belakang saya,” kata Avila. “Setiap pulau di Indonesia itu sangat berbeda, semua budayanya juga berbeda.”
Bagi Avila dan Hamdallah, memiliki salah satu dari sedikit restoran Indonesia di Chicago punya makna yang dalam.
Ada beberapa restoran Indonesia sebelumnya, termasuk Minahasa milik Avila, tetapi sejak Rickshaw Republic tutup beberapa tahun lalu, Rendang Republic menjadi satu-satunya.
“Kami sekarang punya tempat berkumpul bagi komunitas Indonesia di sekitar Chicago, mereka mulai berdatangan. Saya bahkan tidak tahu kalau orang Indonesia di sini sebanyak itu,” kata Avila.
“Saya ingin restoran ini jadi rumah bagi mereka,” lanjutnya.
Rasa “pulang” yang dibawa Rendang Republic sangat berarti bagi Hamdallah, yang pindah ke AS dari Padang, Sumatra Barat, pada 2010.
Artikel Terkait
Empat Hari, Kuliner Indonesia Catat Transaksi Rp736 Miliar di Singapura
Dipimpin Pecel, 8 Kuliner Indonesia Dominasi Daftar 100 Salad Terbaik di Dunia versi Taste Atlas