• Sabtu, 18 April 2026

Pasar Keuangan Turki Terpuruk Akibat Krisis Politik dan Penahanan Ekrem Imamoglu

Photo Author
Alexander Sigit Atmaja, Konteks.co.id
- Sabtu, 22 Maret 2025 | 22:00 WIB
Bendera Turki (unsplash.com)
Bendera Turki (unsplash.com)

Biaya asuransi utang Turki terhadap gagal bayar melonjak ke 322 basis poin, tertinggi sejak Maret 2024.

Baca Juga: GTA 6 Rilis September 2025? Ini Bocoran Fitur dan Perubahan Besar yang Menanti

Langkah-langkah ini memupus harapan pasar akan pemangkasan suku bunga lebih lanjut. JPMorgan memperkirakan CBRT akan menahan suku bunga di 42,5% pada pertemuan 17 April, sebelum melanjutkan pemangkasan pada Juni.

Guncangan Politik: Penahanan Imamoglu Picu Protes Massal

Gejolak di pasar keuangan bertepatan dengan krisis politik yang makin memanas. Ekrem Imamoglu, Wali Kota Istanbul yang juga rival kuat Erdogan, ditahan pada Rabu, 19 Maret 2025 dengan tuduhan korupsi dan terorisme.

Oposisi menilai bahwa penahanan Imamoglu adalah langkah politis untuk mencegahnya mencalonkan diri dalam pemilu mendatang.

Baca Juga: Profil George Foreman dan Penyebab Petinju Kelas Berat Meninggal di Usia 76 Tahun

Langkah ini langsung memicu gelombang demonstrasi besar-besaran di seluruh Turki, dengan bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan terjadi di Istanbul, Ankara, dan Izmir.

Pemerintah Turki telah melarang aksi unjuk rasa, tetapi ribuan orang tetap turun ke jalan. Partai Rakyat Republik (CHP) menyatakan akan tetap mencalonkan Imamoglu dalam pemilihan internal yang dijadwalkan Minggu, 23 Maret 2025.

Ke Mana Arah Turki?

Krisis politik yang makin meruncing memperburuk kondisi pasar keuangan yang sudah rapuh. Investor kini mempertanyakan apakah kebijakan ekonomi Erdogan dapat mempertahankan stabilitas di tengah gejolak yang terjadi.

Baca Juga: Hasan Nasbi Klarifikasi Soal Masak Kepala Babi yang Dikirim untuk Teror Wartawan Tempo

Dengan inflasi yang masih tinggi, pelemahan lira, dan ketidakpastian politik, tekanan terhadap ekonomi Turki diperkirakan akan terus meningkat.

Jika aksi protes terus meluas, kepercayaan pasar bisa semakin anjlok membuka kemungkinan krisis yang lebih dalam dalam beberapa bulan ke depan. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rat Nugra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Paus Leo XIV Merespons Serangan Terbaru Trump

Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB
X