nasional

Eks Marinir TNI AL Satria Kumbara Minta Pulang, Ini Penjelasan Kemlu  

Selasa, 22 Juli 2025 | 11:51 WIB
Satria Arta Kumbara, Eks TNI AL yang jadi tentara bayaran di Rusia, kini minta pulang. Kemlu buka suara (TikTok @zstorm689)

Proses pemulangan akan dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum internasional dan perundang-undangan nasional yang berlaku.

Prioritas utamanya, memastikan keamanan dan keselamatan warga negara, sekaligus menegakkan hukum jika ada pelanggaran yang dilakukan.

Kemlu pun mengimbau seluruh warga negara Indonesia untuk tidak terlibat dalam konflik bersenjata di negara lain.

Apalagi sebagai tentara bayaran, karena tindakan tersebut berisiko tinggi dan dapat membawa konsekuensi hukum yang serius.

Baca Juga: Presiden Prabowo: Beras Oplosan Jadi Beban Berat Masyarakat dan Pemerintah

Sebelumnya, di akun TikTok @zstrom689, Satria bahkan meminta pertolongan kepada Presiden Prabowo Subianto agar dapat dipulangkan ke Tanah Air.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, yang terhormat Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, Wakil Presiden Bapak Gibran Rakabuming Raka, dan Bapak Menteri Luar Negeri, Bapak Sugiono,” ujarnya mengutip Senin, 21 Juli 2025.

Dia mengaku, tidak mengetahui jika kontraknya dengan Kementerian Pertahanan Rusia menyebabkan kewarganegaraannya dicabut.

"Mohon izin Bapak. Sayang ingin memohon maaf sebesar-besarnya apabila ketidaktahuan saya, menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia mengakibatkan dicabutnya warga negara saya,” katanya.

Menurut Satria, dia datang ke Rusia untuk menjadi prajurit bayaran di medan perang hanya untuk mencari nafkah.

Lantaran itu, dia meminta Presiden Prabowo mengakhirinya kontraknya dengan Kementerian Pertahanan Rusia.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Pertanda Arah Baru atau Sekadar Tenang Sebelum Badai?

Juga, mengembalikan statusnya sebagai warga negara Indonesia.

"Mohon kebesaran hati Bapak untuk membantu mengakhiri kontrak saya tersebut, dan dikembalikan hak kewarganegaraan saya untuk kembali ke Indonesia,” pintanya.***

Halaman:

Tags

Terkini