“Jika sampai satu bulan anak tidak membawa bekal, guru bisa memanggil orang tua. Cara seperti ini saya kira tidak saja menanggulangi praktik pemburu rente, tetapi juga dipercaya lebih efektif,” tegasnya.
Baca Juga: Duh, Macan Tutul Nyelonong Masuk ke Dalam Hotel di Bandung
Menurut perhitungannya, rantai distribusi yang panjang saat ini justru lebih menguntungkan pengusaha besar.
Dari biaya Rp15 ribu per porsi, margin sekitar Rp2.000 bisa menghasilkan keuntungan hingga Rp1,8 miliar per tahun bagi satu penyedia.
Secara nasional, praktik rente itu diperkirakan mencapai Rp33,3 triliun.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Tembus Rekor Rp64,6 juta, Perak juga Lompat: Shutdown AS Picu Lonjakan
“Implementasi MBG dengan memberikan tunai kepada siswa akan mampu menekan dan menghilangkan kebocoran,” katanya.
“Mari kita perpendek rantai distribusi MBG agar lebih efektif.”
“Jadikan MBG benar-benar sebagai Makan Bergizi Gratis bagi siswa, bukan ‘Makar Bergizi Gratis’ bagi pengusaha,” ujarnya.***
Artikel Terkait
Di Tengah Desakan Hentikan, Pemerintah Justru Pilih Evaluasi Proyek MBG: Apa Alasan di Baliknya?
Menkeu Purbaya Tak Gentar Meski Diingatkan Luhut, Anggaran MBG Tetap Dipotong Bila Tak Terserap
Kepala BGN Bantah Isu Dapur MBG Fiktif, Ini Sebetulnya yang Terjadi
Peringatan Serius dari Purbaya! Anggaran MBG Bakal Dipotong Jika Tak Terserap Maksimal Akhir Oktober 2025
Luhut Minta Anggaran MBG Tak Dipotong, Menkeu Purbaya Bergeming