• Sabtu, 18 April 2026

Ratusan Guru Besar dan Puluhan Akademisi AAPI Desak Pemerintah Rampingkan Kabinet

Photo Author
Setiawan Konteks, Konteks.co.id
- Senin, 1 September 2025 | 16:46 WIB
Koordinator AAPI, Prof  Sulistyowati Irianto, menyampaikan pernyataan sikap AAPI di antaranya rampingkan kabinet. (KONTEKS.CO.ID/Ist)
Koordinator AAPI, Prof Sulistyowati Irianto, menyampaikan pernyataan sikap AAPI di antaranya rampingkan kabinet. (KONTEKS.CO.ID/Ist)

Ketiga, AAPI mendesak pemerintah meninjau kembali berbagai instrumen hukum dan kebijakan yang dibuat secara instan, bermuatan kepentingan kekuasaan, dan berdampak merugikan secara ekonomik sosial, dan merusak alam.

Kebijakan-kebijakan tersebut juga menakutkan warga negara dan menyebabkan hilangnya percayaan publik.

"Prioritaskan pengesahan Rancangan Undang-Undang yang mendesak dibutuhkan publik, seperti RUU Perampasan Aset," katanya.

Prof Sulis menjelaskan, AAPI yang terdiri para akademisi lintas kampus ini perlu menyampaikan sikap demi memulihkan kondisi Indonesia yang sudah melenceng dari relnya.

Berbagai elemen dan organisasi masyarakat pun sudah menyampaikan seruan dan rekomendasi kepada pemerintah untuk segera memperbaiki hal-hal yang merugikan rakyat. Namun pemerintah tak merespons. 

Baca Juga: Prabowo Sebut Terpaksa Reshuffle Menteri Zulhas Jika Tak Sanggup Bentuk Kopdes Merah Putih

"Kami sebagai kelompok ilmuan juga ingin membuat seruan-seruan semacam itu," ujarnya.

Ia mengungkapkan, untuk menggalang para akademisi lintas kampus ini tidak susah karena mereke juga mempunyai perhatian yang sama mengenai Indonesia saat ini.

"Sampai tadi pagi, tidak sampai dua hari, satu setengah hari saja, saya mendapatkan 341 nama-nama pendukung, 90 persennya adalah guru besar dari berbagai universitas di Tanah Air," ucapnya.

Para guru besar atau profesor tersebut di antaranya dari UI yakni Prof Todung Mulya Lubis, Prof Harkristuti Harkrisnowo, dan seterusnya.

Baca Juga: Sekjen Gerinda Ahmad Muzani Menanggapi Rumor Reshuffle Kabinet

Kemudian UGM di antaranya Prof Wening Udasmoro, Prof Muhammad Baiquni, Prof Marcus Priyo Gunarto, Prof Maria SW Soemardjono, dan seterusnya.

Ada juga para guru besar dan akademisi lainnya dari Unpad di antaranya Prof Susi Dwi Harijanti, Prof Efa Laela Fakhriah, Prof Yoyos Dias, dan seterusnya.

Selanjutnya guru besar dan akademisi dari IPB, Unhas, Unand, USU, Unair, USK, STF Driyakara, IFTK Ledalero, ITB, UII, UIN Yogyakarta, UIN Jakarta, UB, Undip, Unsrat, Unsri, Unram, dan Unpar.

Kemudian Guru Besar dari Ubhara Jaya, Prof Laksanto Utomo; Prof Faisal Santiago dari Unbor Jakarta, serta para guru besar dan akademisi dari Unej Jember, UKI, UPN Veteran Jakarta, Un Bengkulu, UPI, UNS, UH, USD Yogyakarta, STFT Widya Sasana, Universitas Sanata Dharma, UPH, STF Seminari Pinileng, Unika St Paulus Ruteng, dan STF St Yohannes.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Setiawan Konteks

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X