• Sabtu, 18 April 2026

Ferry Irwandi Ngaku Diteror, Dianggap Penyebab Gagalnya Status Darurat Militer dan Dalang Kerusuhan

Photo Author
Lopi Kasim, Konteks.co.id
- Senin, 1 September 2025 | 13:20 WIB
Ferry Irwandi mengaku telah mendapat teror usai ungkap soal demonstrasi, darurat militer (KONTEKS.CO.ID/Dok. YoUTube Ferry Irwandi)
Ferry Irwandi mengaku telah mendapat teror usai ungkap soal demonstrasi, darurat militer (KONTEKS.CO.ID/Dok. YoUTube Ferry Irwandi)

Pegiat media sosial itu pun mengajak masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi dan selalu menjaga persatuan.

Perjuangan masyarakat, sebutnya, adalah melawan pihak-pihak yang memanfaatkan kekacauan demi kepentingan kekuasaan.

"Jangan saling terprovokasi. Kita harus tetap solid, saling jaga, saling bantu, dan terorganisir. Kepala harus dingin dan tinju kita ke atas bukan ke samping,” imbaunya.

Dia pun meminta publik yang melihat fitnah dan serangan lain tentangnya dan keluarha untuk direport.

Baca Juga: Aurelie Moeremans Bongkar Tawaran Jadi Boneka Partai: Ratusan Juta per Bulan hingga Iming-Iming Ijazah Instan

Sebelumnya, dia mematahkan pernyataan Hedropriyono bahwa dalang kerusuhan aksi demonstrasi belakangan ini merupakan pihak asing.

"Clue-nya bukan dari asing Pak, dari kekuasaan itu sendiri," kata Ferry dalam sinear YouTube-nya dikutip pada Senin, 1 September 2025.

Ia menyebut bahwa pihak tersebut melakukan itu mungkin karena ketamakan, keserakahan, sakit hati, hingga untuk merasa lebih kuat atau power full.

"Bapak bisa telusuri sendiri akun-akun kayak Heraloebbs, Tekarok 007, Mas Veel, dan Nrucan," ucapnya.

Ferry mengungkapkan, warganet juga bisa mempelajarinya sendiri sebagaimana contoh yang telah diberikan, yakni sejumlah akun di X, dulu Twitter.

"Gue kasih contohnya Twitter karena kalau TikTok bisa dihapus gitu saja, bisa hilang gitu saja," ujarnya.

Baca Juga: 'Pernyataan Agustus' dari Goenawan Mohamad: Ekstraksi Politik Bangsa yang Kian Memburuk

Ia menyampaikan, akun-akun tersebut rata-rata anonim dan pura-pura menggunakan bendera one piece.

"Terus tiba-tiba hilang. Tapi kalau di Twitter kan bisa ditelusuri gitu afiliasinya ke mana, siapa yang mereka dukung, siapa yang mereka lawan," ujarnya.

Lebih lanjut Ferry menyampaikan, sepak terjang akun-akun tersebut juga bisa ditelusuri. Mereka melakukan fitnah dan doxing terhadap orang-orang yang bertentangan dengannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lopi Kasim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X